Makam Rekaveny Soerya nan Damai di Sasano Punggowo Nongsa

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM, BATAM – Komplek Padepokan dan Pemakaman Sasono Punggowo kini bisa menjadi sarana untuk belajar.

Beberapa hal bisa dijadikan pengetahuan baru, terlebih untuk anak-anak dan generasi muda. Terutama terkait flora dan fauna.

Sejak sepekan lalu, sejenis tumbuhan yang lebih banyak hidup di kawasan Benua Australia dan Amerika, mulai menghuni komplek tersebut. Tumbuhan itu adalah weeping tea tree.

HM Soerya Respationo, pemilik Sasono Punggowo mempersilakan siapapun untuk berkunjung ke kawasan ini.

Baca: Inovasi Mahasiswa Undip, dari Kebisingan Bandara Diubah Jadi Energi Listrik

Baca: 7th Singapore-Indonesia Six Bilateral Economic Working Groups, BP Batam Tawarkan Sejumlah Proyek

Baca: Asyiknya Ketika Youtuber Plat BP Batam Ngejus Bareng

Apalagi anak anak dan generasi muda yang ingin mengetahui berbagai hal tentang flora dan fauna yang bukan asli hidup di Batam atau Kepri.

Weeping tea tree ini memang didatangkan langsung dari Selandia Baru. Pohon ini tumbuh rindang dan bisa mencapai ketinggian enam hingga delapan meter.

Burung-burung dan lebah, di kawasan asli tumbuhnya selalu tertarik mengunjungi weeping tea tree.

Selain weaping tea tree, di area Sasono Punggowo kini juga ada burung kasuari. Burung ketiga terbesar di dunia setelah burung unta dan emu ini bisa dilihat di sisi kiri ketika masuk ke Sasono Punggowo.

Burung yang terkenal berbahaya dengan tendangannya itu, berada satu sisi dengan kandang rusa. Dua pasang rusa juga hadir di Sasono Punggowo. Beberapa ekor kakak tua love bird, jalak, perkutut, jenis burung lainnya juga menyemarakkan kicauannya di Sasono Punggowo.

Satu ekor induk kalkun dengan tiga anaknya juga ada. Demikian juga dengan ayam afrika, bisa ditemukan. Keriuhan angsa bebek dan entok saban hari selalu terdengar.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.