Gubernur Beri Selamat Kepada 94 Dokter yang Telah Jalani Program PIDI

foto/ist
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun mengatakan bahwa kesehatan merupakan instrumen yang dibutuhkan manusia dalam kehidupannya, dan peran dokter juga sangat besar dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat maka hal tersebut harus diwujudkan dengan pelayanan yang prima.

Hal itu disampaikan Gubernur Nurdin saat menghadiri acara Pisah sambut Peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan II Tahun 2016 dengan Angkatan II Tahun 2017 diwilayah penugasan Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa (16/5) bertempat di Hotel Nagoya, Batam.

“75% kesembuhan pasien didapat dari dokter yang memberikan pelayanan prima dan murah senyum,” ujar Nurdin dalam sambutannya.

Tak lupa Gubernur memberikan selamat kepada 94 dokter yang telah menjalani program PIDI periode II 2016, diharapkan Gubernur dari pengabdian yang dilaksanakan di Kepri dapat tersalurkan dalam pengabdian di dunia kedokteran dimasa yang akan datang, dan untuk para dokter yang akan menjalankan program PIDI periode 2017 Nurdin berharap agar tetap semangat dan serius mengabdi.

“Tidak sulit untuk mengenal budaya di Kepri, masyarakat kita ramah semuanya, berbaur lah, jalin komunikasi yang baik di masyarakat, Insya Allah akan diterima dimasayarakat dan lebih memudahkan kita untuk mengabdi sebagai dokter di Kepri,” lanjut Nurdin.

Dalam pada itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan inti dari pelaksanaan program internsip adalah pengabdian. Silih berganti nya para dokter yang tiap tahun melaksanakan program internsip merupakan keharusan.

“Tongkat estafet pasti terjadi, diharapkan pengabdian yang dilakukan para dokter akan terus meningkat dari tahun ketahun nya,” ujar Tjetjep.

Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) sendiri merupakan sarana pemahiran kompetensi dan pengabdian bagi para lulusan dokter yang lulus uji kompetensi. Program yang digulirkan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, asosiasi institusi pendidikan kedokteran, asosiasi rumah sakit pendidikan, organisasi profesi, dan Konsil Kedokteran Indonesia ini berlangsung selama satu tahun, 4 bulan di puskesmas dan 8 bulan di RS. Tanpa melalui tahap ini, para lulusan dokter tersebut tidak dapat berpraktik secara mandiri.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.