Monday, May 20, 2024
HomeTanjungpinangGubernur : Dana yang Kecil Ini Harus Tepat Sasaran

Gubernur : Dana yang Kecil Ini Harus Tepat Sasaran

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Gubernur H Nurdin Basirun menegaskan pemanfaatan belanja dari APBD harus tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat. Belanja APBD juga akan tetap difokuskan kepada sektor produktif seperti pembangunan infrastruktur yang mampu menciptakan kesempatan kerja serta menekan angka kemiskinan.

“Dana yang sangat minim ini jangan sampai tak sesuai dengan target yang diinginkan,” kata Nurdin saat memimpin rapat perdana usai cuti bersama lebaran 1438 H. Sasaran-sasaran itu salah satunya sudah tergaris dalam RPJMD.

Saat memimpin rapat, Nurdin didampingi Sekdaprov H TS Arif Fadillah dan Kepala Bappelitbang Naharuddin. Seluruh Kepala OPD tampak hadir dalam rapat perdana ini.

Nurdin sempat mengawali pengantar rapatnya tentang kunjungan ke daerah-daerah pada Rahadhan lalu. Sepanjang safari itu, Nurdin memang melihat langsung segala permasalahan di masyarakat, terutama masalah ekonomi sosial, pendidikan, kesehatan dan lainnya.

“Belanja yang harus meningkatkan kualitas SDM, pendidikan, kesehatan serta memperluas dan memperbanyak pembangunan infrastruktur,” tegas Nurdin lagi.

Karena menurut Nurdin pembangunan infrastruktur dapat mendorong sektor lain untuk bergerak. Malah mampu memperkuat sektor pariwisata di sejumlah daerah.

Nurdin mencontohkan ketika Pemko Batam ingin membangun ring road dari Patam ke Jodoh, itu sangat bagus. Apalagi sepanjang jalan ada pemandangan ke arah Singapura. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif diyakini akan berkembang. “Jika pariwisata terus tumbuh, yang menikmati hasilnya akan semakin banyak,” kata Nurdin.

Gubernur memang menekankan pentingnya memperbanyak sektor yang menunjang perekonomian daerah. Jika bertumpu pada satu sektor saja, akan menganggu kalau sektor tersebut terganggu.

“Jangan tertumpu pada satu bidang, nanti kalau sedang ambruk, nanti hal politiknya yang lebih menonjol. Saling menyalahkan dan tak mencari solusi,” kata Bupati Karimun dua periode ini.

Gubernur mengevaluasi satu persatu rencana pembangunan yang sudah terprogam pada APBD. Sudah sejauh mana progres pembangunannya. Sektor-sektor prioritas, sejak DED, pelelangan, pengerjaannya dievaluasi detil oleh Gubernur. Termasuk yang sudah time table-nya, apakah sesuai rencana atau tidak.

“Beri informasi dimana sumbatnya kalau ada keterlambatan. Akan saya tanya perkembangannya tiap minggu,” kata Nurdin.

Dalam pada itu, Sekdaprov Arif Fadillah menekankan pentingnya komitmen bersama untuk mensukseskan visi misi Gubernur. Karena itu Arif minta diimplementasikan apanyang sudah dirancang.

“Mental Selambe”

Sebelumnya, pada apel perdana setelah cuti lebaran, Gubernur Nurdin mengkritik mental sebagain kecil pegawai di lingkungan Pemprov Kepri. Hal ini terkait dengan sikap santai mereka di hari pertama masuk kerja setelah cuti panjang lebaran tahun ini.

“Sudahlah datang terlambat, masih jalan santai aja. Selambe. Macam tak ada dosa, macam tak ada beban,” kata Nurdin saat menjadi Irup pada Apel Pagi di Halaman Kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Dompak, Tanjungpinang, Senin (3/7) pagi.

Sindiran itu langsung disampaik Gubernur saat dirinya masih menyampaikan amanat di atas podium. Beberapa pegawai yang telat memang tampak masih berjalan santai, padahal apel pagi hari pertama sudah dimulai.

Pemberitahuan hari pertama kerja juga sudah disampaikan jauh hari sebelumnya. Malah beberapa hari sebelum apel pesan berantai tentang jadwal Senin lagi juga sudah beredar.

Memang dalam amanatnya Gubernur percaya kepada para pegawai dilingkungan Provinsi Kepulaun Riau memiliki etos kerja yang baik, dengan atau tanpa cuti bersama yang panjang tidak menyurutkan semangatnya dalam menjalankan kewajibannya sebagai Aparatur Sipil Negara. Namun ulah sebagian kecil pegawai tampak membuat Gubernur kesal.

“Cuti panjang bukan membuat kita semakin malas, dengan itulah pikiran kita disegarkan, disemangatkan kembali menjadi energi baru dalam melanjutkan kinerja kita sebagai ASN,” ujar Nurdin dalam amanatnya.

Dilanjutkan Gubernur bahwa terkait cuti panjang tersebut yang mana datang dari aturan pemerintah pusat, hal tersebut harus di jalankan sebagaimana mestinya, bukan menambah cuti dan hal ini harus ditindak.

“Saya berpesan kepada Pak Sekda agar dijalankan penindakan bagi pegawai yang masih cuti panjang, sidak-sidak yang selama ini dilakukan terkesan tidak berfungsi jika tidak dilakukan penindakan yang konkret agar menjadikan efek jera dan menjadikan pegawai lebih disiplin lagi dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab,” lanjut Nurdin.

Masih dalam suasana idul fitri, Gubenur atas nama pribadi dan pemerintah provinsi kepri mengucapkan minal aidin walfaidzhin mohon maaf lahir dan bathin sembari berpesan kepada seluruh pegawai untuk tidak menghabiskan jam kerjanya dengan halal bihalal.

“Karna cuti kita sudah termasuk panjang tentu sudah dimanfaatkan dengan mengadakan halal bihalal pda waktu tersebut, maka saya menghimbau agar tidak mengadakan halal bihalal pada jam kerja, bukan melarang namun lebih elok lagi dimata masyarakat jika kita menunjukan etika yang baik dalam bekerja sesuai waktunya dan halal bihalal sesuai waktunya,” pesan Nurdin.(*/ria)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER