Nurdin Optimis Ekonomi Kepri Kembali Jadi Lokomotif

Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat menghadiri Peresmian Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, Jumat (7/7) di Batam. suryakepri.com/ist
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.
SURYAKEPRI.COM – Gubernur H Nurdin Basirun yakin dan optimis Provinsi Kepri bisa bangkit dan menjadi lokomotif  ekonomi nasional kembali. Letak geografis dan potensi beragam dari kabupaten/Kota di Kepri mendasari rasa optimis tersebut.
“Meski saat ini pertumbuhan ekonomi Kepri tidak begitu bagus, tetapi saya yakin masa sulit ini akan bisa kita lalui, asal kita sama-sama berusaha, pemerintah, masyarakat dan seluruh  stake holder. Mari sama-sama kita berjuang dengan mengoptimalkan potensi-potensi yang beragam di setiap Kabupaten/Kota yang ada di Kepri,” ujar Nurdin saat menghadiri Peresmian Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, Jumat (7/7) di Batam.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut  Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri Reizal Eka Putra, Sekretaris Daerah Prov. Kepri H TS Arif Fadillah,  Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Wakil Bupati Natuna Hj Ngesti, Sekda Kota Batam Jefridin, Pimpinan Bank se-Kepri, Pimpinan Jasa Asuransi se-Kepri dan Para Pengusaha.
Nurdin mengungkapkan potensi Kepri itu mencakup pertanian, perkebunan, perikanan kelautan, industri perdagangan dan pariwisata serta banyak lagi. Pemerintah Kepri terus berupaya agar seluruh potensi itu bisa berjalan dan optimal sehingga bisa kembali mendorong Kepri menjadi lokomotif ekonomi nasional.
“Maka itu saya juga meminta kepada Industri Jasa Keuangan untuk juga sama-sama  peduli dan berjuang. Berikanlah program dan layanan yang mudah dan gampang kepada masyarakat dalam membuka usaha. Bila masyarakat banyak terbantu dengan IJK , ekonomi akan bergerak. Jangan sibuk mencari kambing hitam hingga lupa berbuat,” tutur Nurdin.
Keyakinan yang sama juga diungkapkan Dewan Komisioner OJK-RI Muliaman D Hadad. Mencapai percepatan tersebut,  Muliaman meminta seluruh jasa keuangan di Kepri menciptakan akses yang dekat dan murah bagi masyarakat. Tidak itu saja, juga meminta Pemerintah Provinsi Kepri untuk segera membangun Bank Daerah (BPD) dan Bank Syariah sendiri.
Memiliki Bank daerah sendiri akan semakin membuat akses keuangan semakin hari semakin mudah dan murah  semakin dekat dekat dengan masyarakat.
“Makin relevan jika Kepri punya Bank daerah sendir. Tujuannya agar Bank BPD Kepri ini bisa mencapai masyarakat sampai ke pelosok. Sehingga masyarakat yang berada di pelosok bisa terbantu dalam membuka dan mengembangkan usaha,” kata Muliaman.
Muliaman yakin, bila Kepri punya Bank daerah sendiri, ditambah dengan sistem yang mudah, murah dan dekat dengan masyarakat, bisa semakin mempercepat mengentasan kemiskinan dan menaikan kesejahteraan masyarakat.
Masih untuk memajukan daerah, ditambahkan Muliaman juga dibentuk Tim Percepatan Keuangan Daerah.  Tim ini bertujuan membuka akses kepada  masyarakat dan UMKM di daerah dalam membutuhkan dana pinjaman .  Tim ini di lapangan berdampingan denganTim TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah ). Setiap daerah akan dimotori oleh tim ini sehigga ada cara untuk mempercepat akses kepada masyarakat.
“Tujuan kita membangun industri keuangan yang inklusif, yakni jasa keuangan dan pettumbuhan ekonomi yang dinikmati seluruh masyarakat sehingga terwujud kesejahteraan yang merata,”tambahnya.
Kepala OJK Provinsi  Kepri Huzeirsyah mengungkap rasa syukur atas telah bedirinya Gedung Kantor OJK Kepri. Dia mengatakan sangat menyadari tantangan bagi OJK sebagai pengawas industri keuangan di Kepri  tidaklah ringan.
Untuk itu OJK Kepri juga bekerjasama dengan 7 lembaga/industri yang tergabung dalam Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Daerah untuk mencegah  dan menangani dengan tindakan melawan hukum dibidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.
“Dengan Tim Satgas ini OJK aktif melakukan identifikasi perusahaan-perusahaan terindikasi melakukan kegiatan investasi ilegal. Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran-tawaran investasi yang tidak jelas. Begitu juga dengan tawaran pelunasan hutang yang tak jelas dari Industri Jasa Keungan (IJK), jelasnya.
Agar komunikasi dan koordinasi lebih mudah kepada IJK, OJK juga membentuk  Forum Konunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Kepri yang diketuai oleh Branch Manager Bank Riau Kepri.
“Harapan kami semua IJK di Kepri bisa ikut berperan serta  dalam berpatisipasi dan mencari solusi permasalahan antar lintas IJK dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Saat ini OJK telah memiliki 9 Kantor Regional dan 26 Kantor OJK yang tersebar di seluruh Indonesia.(*/ria)
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.