Gubernur : Keragaman Menjadikan Kepri Maju

Gubernur Kepri saat istighosah akbar di Masjid Agung Alhikmah, Tanjungpinang, Senin (14/8). suryakepri.com/ist
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.
SURYAKEPRI.COM – Gubernur H Nurdin Basirun yakin keberagaman di Kepulauan Riau harus membuat daerah ini semakin berjaya. Kebhinekaan yang ada harus mampu dimanfaatkan untuk menjadikan Kepri semakin baik dari waktu ke waktu.
“Dalam kesempatan ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Riau, Khususnya di kota Tanjungpinang, mari kita saling bahu membahu, bergandeng tangan, saling asah asuh, insyaAllah, Allah akan turun kan berkah di Kepri dan Indonesia akan semakin terdepan dan semakin Jaya,” kata Gubernur saat menghadiri silaturahmi dan istighosah akbar yang diselenggarakan oleh PBNU Kota Tanjungpinang di Masjid Agung Alhikmah, Tanjungpinang, Senin (14/8). Istigosah ini dihadiri langsung Ketua Umun PBNU Said Agil Siradj.
Menurut Nurdin, di zaman ini negara sedikit terusik dengan berbagai paham, yang tidak sesuai dengan ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila. Oleh sebab itu Nurdin mengajak seluruh masyarakat untuk kembali kepada ideologi bangsa dan jangan mau dipecah-belah oleh penyusup yang ingin merusak keutuhan NKRI. Sebagai miniatur NKRI, sikap toleransi dan gotong royong harus menjadi keunggulan Kepri. Apalagi jika berpegang teguh kepala pilar bangsa.
Sementara itu Walikota Tanjungpinang, H. Lisdarmansyah ¬†mengatakan, semoga kegiatan silaturahmi dan istighozah ini bisa mempererat hubungan masyarakat di Tanjungpinang. ¬†“Sengaja saya undang ketua umum PBNU ini agar semua masyarakat di Kepri, khususnya kota Tanjungpinang bisa mendengar apa yang akan disampaikan oleh bapak penceramah nanti, semoga setelah mendengar kita bisa lebih mempererat lagi hubungan persaudaraan dan hubungan tali silahturahim kita,” kata Lis Darmansyah.
Ketua Umum PBNU Prof.Dr.KH. Said Aqil Siradj, MA mengatakan, sekarang ini banyak kesalehan yang ditampakkan secara lahiriah, bahkan sikap ketaatan dan kedisplinan beribadah begitu tinggi dan kesemarakan yang kompak. Tetapi pada saat yang bersamaan pelanggaran terhadap norma-norma agama terjadi pada orang kelompok tertentu. Bahkan tingkat kejahatannya melebihi orang tidak mengenal agama. Padahal semua perilaku mereka dan kelompoknya atas nama agama.
“Hal Ini tidak lain karena pendidikan atau tarbiyah yang dijalankan serba instan. Hanya mengutamakan kedisiplinan fisik. Tidak diisi dengan kerohanian yang mendalam. Agama yang diajarkan secara instan dan dangkal serta sepintas, hanya menjadi kedok, mudah menjadi alat manipulasi. Padahal perbuatan yang memamerkan amal tetapi tanpa isi seperti itu menurut Allah merupakan kedurhakaan,” katanya.
Hadir pada kesempatan tersebut, Sekdaprov Kepri H. TS Arif Fadillah, Wakil Walikota Tanjungpinang, H.Syahrul, FKPD, kepala OPD dan segenap masyarakat kota Tanjungpinang.(*/ria)
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.