Putuskan Jalur Masuk Narkoba ke Kepri

Gubernur Kepri Nurdin Basirun (tengah). suryakepri.com/ist
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.
SURYAKEPRI.COM – Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan letak Kepulauan Riau yang strategis juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Karena itu, semua komponen harus waspada agar Kepri tidak terus dijadikan sebagai sarana empuk untuk dijadikan  pintu masuk aksi kejahatan seperti peredaran narkoba.
“Kondisi ini tentu sangat rawan sekali dijadikannya Kepri sebagai jalur masuknya barang ilegal, dalam hal ini narkotika dan sejenisnya,” jelas Gubernur Nurdin saat memberikan pemaparan pada kegiatan Kunjungan Kerja Badan Legislasi Daerah DPR RI Dalam Rangka Pamantauan dan Peninjauan Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 di Provinsi Kepri bertempat di Mapolda Kepri Nongsa, Batam (4/10).
Nurdin menegaskan, pihaknya sangat ingin memutus masuknya peredaran narkoba ke wilayah Kepri. Karena itu peran serta semua komponen masyarakat sangat diperlukan untuk bersama-sama memerangi narkoba.
Dalam pada itu, Kapolda Kepri Irjend Pol Sam Budigusdian menjelaskan, Polda Kepri sepanjang tahun 2017 ini  menangani tidak kurang  478 kasus. Sam mencontohkan, beberapa kasus besar yang baru saja dilakukan Polda Kepri dalam upaya penanganan kasus-kasus narkotika yang telah berhasil diungkap. Antara lain, penangkapan sebanyak 280 drum plastik yang akan dijadikan sebagai bahan utama pil PCC di Kabupaten Bintan pada 2 September 2017.
Pada 17 September 2017 dilakukan penangkapan 4.423 pil ekstasi di kawasan Nagoya Batam. “Itu beberapa kasus narkoba dalam jumlah besar, yang berhasil ditangani Polda Kepri,” jelas Sam Budigusdian.
Sam menjelaskan mengenai hambatan yang dihadapi dalam upaya menangani kasus-kasus narkotika. Seperti masalah kurangnya kewengan polisi bagian direktorat narkotika ketika di lapangan. Sebagai contoh, bagaimana personil dilapangan tidak memiliki pos kusus seperti dipintu masuk resmi, ujarnya mencontohkan.
Begitupun dengan hambatan dalam hal, alat sadap komunikasi, alat tranaportasi laut yang elegan dan memadai, banyaknya pelabuhan tikus, sarana alat penunjang salah satunya hewan pemburu hingga belum adana sarana laboratorium forensik di Kepri.
“Hambatan dan keterbatasan inilah, yang mohon dicarikan solusi agar dalam bekerja kedepan, kita tidak terus dihadapkan pada persoalan klasik, ” pinta Sam.
Ketua Tim  Rombongan Banleg DPR RI Firman Subagyo sengaja menjelaskan, kalau rombongannya sengaja memilih Batam Provinsi Kepri untuk melihat sejauh mana penanganan masalah narkotika. Karena provinsi ini menjadi salah satu yang sangat rawan atas peredaran dan penyalahgunaan narkotika.
Pada sesi tanya jawab, juga mencuat persoalan bagaimama adanya penguatan peran kepolisian dalam upaya menangkal peredaran narkotika. Dengan peran yang lebih maksimal, akan memberikan kewenangan besar pada kepolisian dalam upaya  mencegah, menangkal, peredaran barang haram. Peran lain dari kepolisian juga perlu, seperti menempatkan Atase Kepolisian di negara negara yang selama ini menjadi diduga menjadi pintu keluar pasokan narkoba ke Indonesia.
Menurut Firman, semua pemaparan sangat memberikan masukan bagi pihaknya. Termasuk mengetahui sejauh mana dalam pelaksanaannya di lapangan. “Kami bisa membawa  semua yang sudah disampaikan dan diberikan untuk dilakukan  revisi atas UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” kata Firman Subagyo.(*/ria)
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.