Thursday, April 18, 2024
HomeTanjungpinangNoorlizah Terus Sosialisasika  Bahaya Kanker Serviks

Noorlizah Terus Sosialisasika  Bahaya Kanker Serviks

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepri Hj. Noorlizah Nurdin Basirun tak henti-hentiknya mensosialisasika akan bahaya kanker serviks fan payurdara. Hal ini dia tunjukakan denagan menghadiri sekaligus membuka acara pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepri berisikan Seminar tentang Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara, di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (24/10).

Pada kesempatan ini Noorlizah mengatakan bahwa Ancaman kanker serviks dan payudara semakin hari semakin mengkhawatirkan, tingginya kasus terkait kedua kanker hingga menyebabkan kematian tersebut di rasakan Noorlizah perlu pengetahuan yang lebih serta kepekaan yang harus dimiliki kaum perempuan.

“Pentingnya pemeriksaan sejak dini yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi bekal berharaga kepada para ibu-ibu dilingkungan ASN dan DWP Provinsi Kepri untuk dapat mencegat dan meminimalisir terjadinya kanker menjadi semakin parah ,” ujar Noorlizah yang juga merupakan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepri tersebut.

Noorlizah ingin kepada para ibu-ibu agar tidak malu ataupun takut terhadap pemeriksaan kanker ini karna ini juga untuk kebaikan diri sendiri. “Semakin cepat terdeteksi maka akan semakin mudah untuk mengobati dan semakin tinggi angka penyembuhan dan tentu biaya juga akan semakin rendah,” lanjut Istri Gubernur Kepri itu.

Noorlizah melanjutkan bahwa bulan ini adalah bulan pencanangan kanker sedunia, berdasarkan arahan Ibu Negara Iriana Joko Widodo secara serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia, dari data yang didapat dari hasil screning IVA dan Sadanis di Kepri sejak tahun 2013-2017 ini yang telah memeriksa pada rentang usia 30-50 Tahun adalah sebanyak 14.770 orang dan sebanyak 200 orang ditemukan Lesi pra kanker. “Oleh karna itu kita harus lebih peka dalam menangani permasalahan ini jika sejak dini tidak di ketahui maka kedepan akan semakin berat,” tambah Noorlizah.

Dalam pada itu Wakil Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kepri Yusneli Asri menambahkan bahwa dengan melihat data yang telah dirangkum tersebut sudah selayaknya kita harus mawas diri dan concern terhadap penanganan kanker ini. “Baksos yang di gelar ini tentu berguna untuk mewujudkan wanita Indonesia yang sehat lahir dan Bathin, tentunya dapat melahirkan generasi-generasi muda yang sehat di masa depan,” ujar Yusneli.

Selaku Ketua Panitia Hj. Risma Rini Arif Fadillah melaporkan bahwa tujuan pelaksanaan seminar yang disejalankan dengan pertemuan bulanan DWP ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan khususnya kepada kaum perempuan tentang pentingnya pemeriksaan IVA sejak dini dan pentingnya pemeriksaan sadanis.

Risma Rini melanjutkan bahwa pihak DWP mengadakan Baksos pemeriksaan IVA dan Sadanis ini berlangsung selama 3 hari pada 24-26 Oktober 2017 dan menargetkan jumlah peserta sebanyak 500 orang.

Pertemuan bulanan sendiri diawali dengan seminar awam tentang deteksi dini kanker rahim dengan mengundang pembicara dr. Jupri SpOG. Selain seminar, dilokasi yang sama juga terdapat stand yang diperuntukan untuk mengecek kesehatan dan deteksi kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) serta deteksi dini dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) gratis, IVA test sendiri adalah deteksi dini kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yang dilakukan oleh dokter ahli.(*/ria)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER