Noorlizah Terus Sosialisasika  Bahaya Kanker Serviks

Hj Noorlizah Nurdin di Seminar tentang Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara, di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (24/10). suryakepri.com/ist
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Pembina Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepri Hj. Noorlizah Nurdin Basirun tak henti-hentiknya mensosialisasika akan bahaya kanker serviks fan payurdara. Hal ini dia tunjukakan denagan menghadiri sekaligus membuka acara pertemuan bulanan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kepri berisikan Seminar tentang Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kanker Serviks dan Payudara, di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (24/10).

Pada kesempatan ini Noorlizah mengatakan bahwa Ancaman kanker serviks dan payudara semakin hari semakin mengkhawatirkan, tingginya kasus terkait kedua kanker hingga menyebabkan kematian tersebut di rasakan Noorlizah perlu pengetahuan yang lebih serta kepekaan yang harus dimiliki kaum perempuan.

“Pentingnya pemeriksaan sejak dini yang dilakukan hari ini diharapkan menjadi bekal berharaga kepada para ibu-ibu dilingkungan ASN dan DWP Provinsi Kepri untuk dapat mencegat dan meminimalisir terjadinya kanker menjadi semakin parah ,” ujar Noorlizah yang juga merupakan Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Provinsi Kepri tersebut.

Noorlizah ingin kepada para ibu-ibu agar tidak malu ataupun takut terhadap pemeriksaan kanker ini karna ini juga untuk kebaikan diri sendiri. “Semakin cepat terdeteksi maka akan semakin mudah untuk mengobati dan semakin tinggi angka penyembuhan dan tentu biaya juga akan semakin rendah,” lanjut Istri Gubernur Kepri itu.

Noorlizah melanjutkan bahwa bulan ini adalah bulan pencanangan kanker sedunia, berdasarkan arahan Ibu Negara Iriana Joko Widodo secara serentak dilaksanakan diseluruh Indonesia, dari data yang didapat dari hasil screning IVA dan Sadanis di Kepri sejak tahun 2013-2017 ini yang telah memeriksa pada rentang usia 30-50 Tahun adalah sebanyak 14.770 orang dan sebanyak 200 orang ditemukan Lesi pra kanker. “Oleh karna itu kita harus lebih peka dalam menangani permasalahan ini jika sejak dini tidak di ketahui maka kedepan akan semakin berat,” tambah Noorlizah.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.