Sunday, May 19, 2024
HomeLainnyaNasionalPresiden Joko Widodo Setujui Jembatan Batam-Bintan. Apa Nilai Strategisnya?

Presiden Joko Widodo Setujui Jembatan Batam-Bintan. Apa Nilai Strategisnya?

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Ucapan syukur langsung disampaikan Gubernur H Nurdin Basirun usai menghadiri pertemuan terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (27/2) petang.

Apalagi semua usulan proyek strategis yang dipresentasikan dalam pertemuan khusus itu, termasuk jembatan Batam – Bintan (Babin) direstui Presiden Jokowi.

“Rencana investasi yang kami sampaikan, Alhamdulillah semua disetujui Bapak Presiden. Para Menteri diminta mem-follow up ini semua dan mencari aturan supaya investasi yang masuk dipermudah,” kata Nurdin, di hadapan puluhan wartawan sesaat setelah keluar dari Istana Negara.

Ada tujuh proyek strategis yang dibawa dalam pertemuan itu. Proyek-proyek itu adalah Pembangunan Jembatan Batam Bintan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, KEK Galang Batang, KEK Pulau Asam, Pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, Pengembangan dan Modernisasi Bandara Hang Nadim dan Pembangunan Batam LRT (Ligy Raoit Transit).

Untuk Jembatan Batam Bintan, rencana pembangunannya menghubungkan Batam-Bintan dengan panjang tujuh kilometer.

Menurut Nurdin, pembangunan ini meningkatkan aktivitas ekonomi, mobilitas orang, kendaraan, barang dan jasa idustri serta pasokan air bersih/gas dari Batam-Bintan.

Melalui pembangunan ini juga membangun martabat bangsa.

Total investasi yang siap dikucurkan investor sebera Rp7,1 T. Kepri meminta dukungan aturan pemerintah untuk merealisasikan proyek ini melalui skema joint venture bersama investor swasta dan local partner.

Untuk Pelabuhan Tanjung Sauh, bakal masuk nilai investasi sebesar Rp20 T. Kawasan ini nantinya menjadi sebagai pelabuhan peti kemas modern, containernyard dan Kawasan Industri Terpadu pengolahan dan penyimpanan gas.

Bahkan juga sebagai logistic hub dan port gate way di wilayah Indonesia bagian barat dan dapat memangkas deelling time. Target kapasitas 5 juta TEUs per tahun.

KEK Galang Batam memang sudah ditetapkan dengan PO Nomor 42 tahun 2017. Hingga akhir 2017, nikai investasi yang sudah direalisasikan mencapai Rp1,1 triliun dari total rencana investasi Rp36,2 T.

Dalam pertemuan itu, Nurdin menyampaikan agar segera ditetapkannya Keppres tentang Dewan Kawasan. Karena berkasnya sudah ada, saat pertemua itu, Jokowi langsung menandatangani Keppresnya.

“Soal KEK Galang Batang, tadi Bapak Presiden di depan saya langsung menantangani Keppres untuk Dewan Kawasan,” kata Nurdin.

Nurdin yakin realisasi investasi di Galang Batang semakin cepat. Investor akan langsung melakukan pembangunan jalan, pelabuhan termasuk energi untuk mendukung industri tersebut.

Untuk KEK Pulau Asam akan dijadikan pusat pengumpul migas, indistri dan container yard dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional.

Nurdin menyampaikan untuk kawasan ini Presiden langsung memerintahkan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk menuntaskan persoalan terkait.

Untuk pengembangan Pelabuhan Batu Ampar, rencananya akan dilakukan beberapa pengembangan dengan tujuan untuk memodernisasi sarana dan prasarana, pengembangan container yard, pengembangan port managenet syatem.

Kapasitasnya yang dalam aetahun hanya 400 ribu TEUs akan menjadi satu juta TEUs.

Sementara untuk Batam Light Rail Transit dikembangkan untuk penyediaan transportasi masa, murah dan mampu mengatasi kemacetan. Rute yang direncanakan mulai dari Hang Nadim – Nagoya, Tanjunguncang-Mukakuning-Batam Center.

Demikian Bandara Hang Nadim akan terus dikembangkan berbagai fasilitasnya.

Strategisnya Kepri pada pertemuan itu dipaparkan Nurdin secara singkat. Jika dilkelola secata baik, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ahamdulillah semua direspon dan diminta dilaksanakan segera. Saya bilang ini Hadiah untuk Masyarakat Kepri dari 10 Tahun Pak Presiden Memimpin Indonesia,” kata Nurdin sumringah.

Pada pertemuan itu, Presiden didampingi Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.(*/tia)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER