Thursday, February 22, 2024
HomeLainnyaNasional5 Terduga Teroris Gagal Menyusup ke Aksi Demo 22 Mei di Depan...

5 Terduga Teroris Gagal Menyusup ke Aksi Demo 22 Mei di Depan Kantor KPU

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Lima orang terduga teroris yag diduga akan mencoba menyusup di aksi demo 22 Mei penolakan hasil Pemilu 2019 di depan Kantor KPU RI di Jakarta, berhasil gagal sampai ke Jakarta karena diamankan aparat kepolisian di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (21/5/2019).

Mereka diamankan oleh petugas gabungan yang tengah mengamankan jalur di Malangbong. “Ada mobil dari arah Tasikmalaya ke Garut putar balik lagi. Anggota curiga lalu mengejar mobil tersebut,” ujar Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, Selasa.

Penangkapan tersebut dilakukan tim dari Polres Garut, Brimob, dan Kodim 0611 Garut yang sedang menggelar operasi. Anggota merasa curiga karena mobil tersebut tak mau menghampiri petugas. “Kami berhasil mengejar mobil tersebut. Lalu bisa diamankan di sekitar tanjakan Malangbong arah Gentong,” katanya.

Petugas lalu memeriksa para penumpang dan memeriksa isi di dalam mobil. Hasil pemeriksaan, kelima orang tersebut merupakan jaringan teroris yang bergerak dari Ciamis. “Tujuannya mau ke Jakarta. Mereka mau ikut aksi tanggal 22 Mei,” ucapnya.

Budi mengaku belum bisa memberi keterangan lebih lanjut terkait penanganan kelima terduga teroris itu. Mereka telah dibawa aparat gabungan untuk diperiksa. “Ada yang khusus menangani mereka. Kami hanya bertugas melakukan pengamanan,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap tersangka teroris Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot (51). Pak jenggot ditangkap oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Kelurahan Nanggewer RT 002 RW 003, Kecamatan Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, sepak terjang Endang cukup panjang dimulai ketika dia terpapar paham radikalisme lebih dari lima tahun lalu.

“Lebih dari 5 tahun dia terlibat terorisme karena jaringannya dengan TH (gurunya) cukup panjang, kemudian dengan kelompok lainnya masih memiliki koneksi artinya mereka ini cukup berpengalaman,” ungkapnya saat ditemui, di Cibinong, Sabtu (18/5/2019).

Dari hasil pemeriksaan, rupanya Endang tergabung dalam jaringan terorisme kelompok Firqoh Abu Hamzah yang merupakan pecahan dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Tengah.

Kelompok ini juga masih memiliki hubungan dengan kelompok teroris lainnya seperti Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, JAD Lampung, JAD Bekasi, dan JAD Si Bolga. Jaringan ini lebih dikenal militan dan berbahaya karena telah melakukan beberapa serangkaian serangan bom di antaranya di Mapolres Surakarta beberapa tahun yang lalu.

“Sasaran mereka tetap sama yaitu Thogut, menyerang Polres Surakarta. Jadi, bom kelompok Firqoh Abu Hamzah ini sudah pernah digunakan,” tambahnya.

Sejak terlibat, Pak Jenggot sedianya hendak berangkat untuk menyatakan setia kepada Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS) di Suriah. Namun, gagal lantaran pernah dideportasi di Turki kemudian dikembalikan ke Indonesia.

Gagal berangkat, Pak Jenggot pun tetap belajar merakit bom dari buku-buku panduan sambil dibimbing oleh gurunya berinisial TH yang lebih dulu ditangkap di Pemalang, Jawa Tengah.

Pak Jenggot yang sehari-harinya bekerja sebagai juru parkir, begitu tekun mempelajari buku-buku yang diberikan gurunya tersebut. Bahkan ia diketahui telah menjalani latihan perang (I’dad) di Gunung Ciremai, Cirebon, bersama anak buahnya S yang telah ditangkap di wilayah Tamansari, Bogor, Jawa Barat (17/5/2019).

Hasilnya, ia memiliki kemampuan merakit bom dengan daya ledak tinggi dan mempunyai labotarium untuk menguji beberapa bom rakitannya. “Karena dia memiliki ketekunan maka dia berhasil bahkan dia juga mengembangkan laboratorium sendiri dalam rangka membuat bom. Bahan-bahannya dibeli online, ada dari toko kimia, dan akan kami dalami semua jejak digital mereka,” ujarnya.

Dari hasil perakitannya, sebanyak enam buah bom bahan tree aseton tree perosida (TATP) dipersiapkan untuk sasaran targetnya thogut pada saat penetapan hasil Pemilu 2019 tanggal 22 Mei, di depan Kantor KPU, Jakarta.

“Karena kelompoknya menyatakan setia kepada ISIS, jadi ada seruan ISIS internasional memerintahkan kepada siapa saja yang sudah membaiat ke ISIS silahkan melakukan aksinya apalagi di bulan puasa karena ini suatu momentum bagi mereka untuk melakukan jihadnya amaliahnya,” tuturnya.

“Kebetulan puasa ini ada momentum nasional tanggal 22 Mei akan diumumkan perhitungan suara, disitu akan dimanfaatkan terorisme untuk menunjukkan eksistensinya di dunia bahwa mereka ada,” sambungnya.

Polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam, air softgun, alat-alat kimia, alat penggerus (tumbuk), dan rangkaian detonator serta satu buah panci presto dan puluhan buku jihadis yang turut disita. Sementara, barang bukti enam bom aktif tersebut dihancurkan atau didisposal oleh tim penjinak bom Densus 88, di sebuah tanah lapang tak jauh dari Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Sepak Terjang Teroris di Bogor, Belajar Buat Bom Hingga Dideportasi dari Turki”

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER