Thursday, April 18, 2024
HomeLainnyaNasionalPresiden Jokowi Menegaskan Tidak Memberikan Toleransi Kepada Perusuh

Presiden Jokowi Menegaskan Tidak Memberikan Toleransi Kepada Perusuh

spot_img

SURYAKEPRI.COM – Presiden Joko Widodo menyatakan sebagai kepala negara dia wajib menjaga stabilitas nasional. Jokowi menegaskan tidak memberikan toleransi kepada siapapun juga yang akan menganggu keamanan yang akan menganggu proses demokrasi dan persatuan negara.

Jokowi menyampaikan pernyataan sikap menanggapi aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan yang terjadi di sejumlah titik di Jakarta. Meski kerusuhan terjadi sejak Rabu (22/5/2019) dini hari hingga Rabu pagi, Jokowi baru melakukan jumpa pers pada sore harinya.

Sepanjang Rabu pagi hingga siang tadi, Jokowi beraktivitas di Istana Bogor. Ia sempat menerima Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono serta Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

BACAPrabowo Minta Semua Pihak Tahan Diri dan Tidak Lakukan Provokasi

BACA5 Terduga Teroris Gagal Menyusup ke Aksi Demo 22 Mei di Depan Kantor KPU

Kedua tokoh politik itu partainya mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam pilpres 2019. Lalu, menjelang sore hari, Jokowi bergerak ke Istana Jakarta. Iring-iringan Jokowi mengambil jalan memutar dan keluar di tol Ancol sehingga tak melewati kerusuhan di Jalan MH Thamrin dan sekitarnya.

Setelah sekitar 30 menit berada di Istana Merdeka, Jakarta, Jokowi pun langsung menyampaikan pernyataan sikapnya. Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal pol Tito Karnavian.

Hadir pula Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Berikut pidato lengkap Jokowi menyikapi kerusuhan 22 Mei: Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai yang saya banggakan. Pemilu adalah satu event dari perjalanan negara Indoneisa yang masih panjang.

Dan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan saya mempunyai kewajiban untuk menjaga stabilitas politk dan stabilitas keamanan. Dan sudah disediakan oleh konstitusi kita bahwa segala perselisihan, sengketa itu diselesaikan melalui MK.

Dan saya menghargai Pak Prabowo-Sandi yang telah membawa sengketa pilpres itu ke MK. Saya juga meyakini bahwa hakim di MK akan memutuskan sesuai dengan fakta-fakta yang ada, berdasarkan fakta yang ada. Ini adalah bulan Ramadan, bulan yg penuh berkah, bulan yang penuh ampunan, penuh kasih sayang untuk kita semua saling menghormati, saling menghargai.

Dan kewajiban kita juga sebagai umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, berbuat baik. Saya membuka diri kepada siapapun untuk bersama-sama untuk bekerjasama membangun negara ini, memajukan negara ini.

Tetapi saya juga tidak memberikan toleransi kepada siapapun juga yang akan menganggu keamanan yang akan menganggu proses demokrasi dan persatuan negara yang kita cintai ini, terutama perusuh-perusuh.

Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita, merusak NKRI. Tidak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Situasi masih terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir, dan saya mengajak, mari kita merajut kembali persatuan kita, merajut kembali persaudaraan, kerukunan kita. Karena Indonesia adalah rumah kita bersama.

Ulah provokator

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kericuhan yang terjadi di depan Kantor Bawaslu pada Selasa (21/5/2019) malam disebabkan ulah provokator.

“Aksi demo kemarin sudah tertib dan bubar dengan damai, tetapi malamnya ada segelintir orang yang sengaja membuat provokasi agar membuat warga terlibat, tetapi, semua sudah bisa kita atasi,” kata Argo.

Argo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan provokator yang menyebabkan kericuhan tersebut.

“Masih didalami apakah yang memprovokasi kericuhan tersebut adalah massa yang melakukan aksi unjuk rasa pada pagi hari di depan kantor Bawaslu atau bukan,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa terhadap hasil Pemilu 2019 berlangsung tertib pada Selasa malam. Sebagian besar massa sudah membubarkan diri pukul 20.00.

Namun, masih masih ada massa yang menolak membubarkan diri. Baca juga: Polisi Tangkap Provokator Pengunjuk Rasa di Depan Kantor Bawaslu Awalnya, mereka berusaha merusak pagar besi di Gedung Bawasu sekitar pukul 22.00.

Polisi pun bergerak membubarkan paksa. Massa berlarian ke arah Tanah Abang, sebagian lagi ke arah Gondangdia dan terkonsentrasi di Jalan Agus Salim. Massa kemudian melempar batu hingga petasan ke arah polisi. Polisi akhirnya melepaskan tembakan gas air mata kepada kerumunan massa.(*)

sumber: kompas.com

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER