Ada Tiga Kelompok yang Mencoba Mengacaukan Situasi saat Aksi 22 Mei

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal.(foto/kompas)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal.(foto/kompas)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM –¬†Aksi unjuk rasa menolak hasil pilpres di depan Bawaslu pada 21- 22 Mei nyaris bisa kerusuhan besar kalau Polri tidak berhasil membongkar tiga kelompok penumpang gelap. Para perusuh ini bertujuan memperkeruh keadaan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, tiga kelompok ini, pertama kelompok yang berusaha menyelundupkan senjata api ilegal dari Aceh. Senjata ilegal tersebut antara lain jenis M4 Carbine berikut dua buah magasin, peredam suara, tali sandang, dan tas senjata. Ada pula senpi berjenis Revolver dan Glock beserta 50 butir peluru.

Kelompok yang berusaha menyelundupkan senpi ilegal itu melibatkan mantan Danjen Kopassus Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko. “Salah satunya kelompok yang kemarin memasukkan senjata ilegal dari Aceh,” kata Iqbal di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jakarta, Senin (27/5).

Kelompok kedua adalah mereka yang diduga bagian dari kelompok teroris. Kelompok kedua ini terungkap setelah polisi mengamankan dua orang perusuh dalam aksi unjuk rasa yang memiliki afiliasi dengan kelompok pro Negara Islam Irak dan Suriah, ISIS.

BACA:Ini Jadwal Sidang Gugatan Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi RI

BACA :Selama Kerusuhan 22 Mei, Kominfo Temukan 30 Kabar Hoaks

BACA:Mahfud MD Sebut di MK Peluang Prabowo untuk Menang sama dengan Jokowi

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.