Sunday, April 21, 2024
HomeBatamSapi-sapi Tanpa Sertifikat Bebas Penyakit Jembrana Ditolak Masuk Batam

Sapi-sapi Tanpa Sertifikat Bebas Penyakit Jembrana Ditolak Masuk Batam

spot_img

SURYAKEPRI.COM, BATAM – Sekitar 60 sapi yang diangkut menggunakan kapal kayu diketahui bersandar di pelabuhan tidak resmi di Sei Harapan, Sekupang, Batam, pada Jumat (12/07/2019) sore.

Sontak masyarakat pun melapor ke Asosiasi Pedagang & Peternak Hewan Kota Batam. Akhirnya asosiasi berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Batam dan Dinas Karantina Batam.

Ketegangan terjadi saat petugas datang. Saat mengecek dokumen-dokumen, ternyata dinyatakan tidak ada.

Baca: Sssttt… Jelang Idul Kurban, Sapi dari Australia Didatangkan ke Batam

Baca: Yuk… Nonton Bareng Tayang Perdana Film Iqro My Universe

Baca: Joko Widodo dan Prabowo Bertemu di Stasiun MRT, Sepakat Tak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Dokumen penting persyaratan agar hewan-hewan itu bisa lolos masuk ke Batam yaitu sertifikat bebas penyakit Jembrana. Sertifikat itu merupakan hasil pemeriksaan dari laboratorium Dinas Kesehatan.

Mengenai asal sapi diperoleh informasi berasal dari Kota Dumai, Riau.
Muhammad Musofa, Penasihat Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam tampak ikut turun ke lokasi. Pengecekan pun dilakukan.

Sapi asal luar batam tertahan di pelabuhan Sei Harapan. (suryakepri/ali)

Kebetulan ia juga merupakan mantan ketua Pansus Perda Kota Batam Nomor 2 Tahun 2019 yakni tentang penyelenggara usaha peternakan dan kesehatan hewan.

Kepada Suryakepri.com, yang menemuinya, Jumat petang di lokasi, Musofa mengatakan sapi-sapi itu masuk dengan diangkut kapal kayu dari Dumai dan masuk melalui pelabuhan tikus di Sei Harapan.

“Tapi ini tanpa disertai sertifikat bebas penyakit Jembrana, hasil lab dinas kesehatan tidak ada. Penyakit Jembrana sangat berbahaya dalam jangka 5 tahun. Apabila dikonsumsi akan bisa berjangkit ke tubuh manusia, jadi membahayakan pada diri manusia,” kata Musofa.

Ia memaparkan, ada kebijakan dari Pemprov Kepri bahwa hewan-hewan yang masuk harus bebas dari penyakit jembrana,” katanya.

Diperoleh informasi, hingga Jumat malam, sapi-sapi itu masih tertahan di pelabuhan setempat. Bahkan pada Sabtu pagi sapi-sapi itu diminta untuk dikembalikan ke daerah asalnya.(ali)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER