Dua Anak di Karimun Tewas Terserang DBD, Kadinkes Kejar Petugasnya Turun hingga Sekolah-sekolah

Kadinkes Karimun, Rachmadi. (suryakepri.com/yahya)
Kadinkes Karimun, Rachmadi. (suryakepri.com/yahya)

SURYAKEPRI.COM, KARIMUN – Penyakit Demam Berdarah atau DBD menelan korban jiwa dua anak di Karimun.

Keduanya atas nama IB usia sekitar 10 tahun asal Sungai Ayam, Kecamatan Tebing.

Satu lagi atas nama Na usia sekitar 4 bulan asal Kecamatan Kundur Utara.

Keduanya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani, Tanjungbalai Karimun, dua hari lalu.

Baca: Taufik Hidayat Diperiksa KPK

Baca: Kapal Dock di Shipyard Sampai Bisa Meledak, Ini Komentar Ketua DPRD Karimun

Baca: Sehari Sebelum Kapal Terbakar Deri Sudah Punya Firasat

“Iya, ada dua pasien DBD meninggal dunia di RSUD,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun, Rachmadi kepada SuryaKepri.com, Kamis (1/8/2019).

Khusus untuk Na, Rachmadi mengatakan penyebab utama kematiannya sebenarnya bukan dikarenakan DBD.

Na dikatakan Rachmadi juga terdeteksi mengidap penyakit diare dan infeksi.

“Ada diare, infeksi dan DBD, sehingga kawan rumah sakit dimasukkan korban DBD. Trambositnya saat meninggal masih di atas 100,” kata Rachmadi.