Wednesday, July 17, 2024
HomeBisnisFinanceSri Mulyani: Hanya 43 Persen Dana Penelitian untuk Penelitian Itu Sendiri

Sri Mulyani: Hanya 43 Persen Dana Penelitian untuk Penelitian Itu Sendiri

spot_img

“Saya berharap dari (forum) sini bisa memikirkan ekosistem share services antara pemerintah dengan pemda dan swasta mungkin dilakukan dimana kondisi teknologi sudah memungkinkan. Sehingga tiap penelitian tidak mulai dari nol,” kata Sri Mulyani.

“Jadi, anggarannya bisa ditujukan benar-benar untuk penelitian,” tegasnya.

Dia melanjutkan, “Kita harus memikirkan apakah ada infrastruktur yang dapat dishare sehingga tidak memakan anggaran riset yang terlalu besar,” tegasnya.

Masalah akuntabilitas

Permasalahan lainnya adalah tingkat akuntabilitas pertanggungjawaban dana riset.

Peneliti, lanjut Sri Mulyani, kerap mengeluhkan sulitnya melakukan penelitian sembari memikirkan laporan pertanggungjawaban.

Terkait hal tersebut, Menkeu menganjurkan, sebaiknya universitas membantu para peneliti dengan menyediakan riset serviced provider, sehingga peneliti dapat fokus melakukan penelitian namun secara administrasi penunjang akuntabilitas tetap dapat dilakukan.

Selain itu, ungkap Menkeu, saat ini kontribusi terbesar riset utamanya dari pemerintah. Sedangkan swasta hanya berkontribusi sebesar 10 persen.

Padahal, jika sebuah riset dilakukan oleh swasta, biasanya dapat memberikan hasil atau solusi yang lebih nyata.

Untuk itu, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2019, mengeluarkan insentif yang disebut super deductive tax.

Peraturan ini, apabila perusahaan melakukan penelitian atau memberikan pelatihan vokasi, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan insentif dua sampai tiga kali lipat.(*)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER