Sunday, April 21, 2024
HomeLainnyaNasionalHanya Caleg Banyak Duit yang Lolos di Pemilu 2019, Begini Sikap PDI-P

Hanya Caleg Banyak Duit yang Lolos di Pemilu 2019, Begini Sikap PDI-P

spot_img

SURYAKEPRI.COM -Kelemahan sistem pemilihan legislatif yang digunakan selama ini mulai menuai kritik.

Bahkan dengan sistem proporsional terbuka murni, para calon legislatif (caleg) kaya yang lebih diuntungkan. Caleg berkualitas belum jaminan lolos meraih kursi.

Bagaimana sistem pemilihan umum ke depan?

PDI Perjuangan (PDI-P) menegaskan akan melakukan koreksi terhadap sistem pemilu proporsional terbuka murni.

Baca: Aria Bima Ungkap Puan Maharani dan Prananda Disiapkan Pimpin PDI-P Masa Depan

Baca: Tahapan Pilkada Serentak 2020: Dimulai Oktober, Waktu Kampanye Dipersingkat

Baca: Iwan Fals Merasakan Lemas Saat Gempa Bumi Banten

Sebab, sistem ini memicu tingginya biaya politik yang harus dikeluarkan para calon anggota legislatif (Caleg).

Para caleg harus mengeluarkan ongkos politik yang besar untuk dapat memenuhi ambang jumlah suara yang disyaratkan agar terpilih.

Hal itu terungkap dalam diskusi jelang Kongres V PDI Perjuangan dengan tajuk Akankah PDI Perjuangan menang lagi di Pemilu 2024? di kantor DPP PDI Perjuangan Jalan Diponegoro No. 58, Menteng, Sabtu (3/8).

“Hasilnya banyak caleg menang karena kaya atau banyak uang, bahkan mereka bisa mengalahkan kader-kader yang sudah berjuang untuk partai sejak lama, tapi tak punya uang,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi, Djarot Saiful Hidayat.

Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pembangungan Manusia dan Kebudayaan Andreas Hugo Pareira mengatakan sistem proporsional terbuka murni cenderung memicu persaingan tak sehat di antara sesama kader partai.

Bahkan karena lebih mengutamakan kemenangan pribadi, ada Caleg yang enggan memperjuangkan tujuan politik partai.

“Contoh ada caleg yang enggan memperjuangkan capres partai, hanya karena dapilnya adalah basis dari capres lain. Ini banyak terjadi,” kata Andreas.

Andreas mengatakan, kemungkinan besar hal ini akan dibahas dalam Kongres V PDI Perjuangan yang akan digelar di Bali pada 8-11 Agustus 2019.

Selain Djarot dan Andreas, narasumber lainnya dalam diskusi ini adalah pengamat politik dari Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi serta Selebgram, Feby Elruby.

Diskusi dipandu oleh Bane Raja Manalu, Founder Magna Indonesia.(gesuri)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER