Friday, June 21, 2024
HomeLainnyaNasionalGunung Slamet Waspada, Masyarakat Jangan Dekati Kawah

Gunung Slamet Waspada, Masyarakat Jangan Dekati Kawah

spot_img

Bandung, SURYAKEPRI.COM –  Gunung Slamet Waspada (level II) pengunjung harap tidak mendekati dan melakukan kegiatan di kawah Gunung Slamet, Jawa Tengah.(9/8)

Baca Juga : Brexit Dorong Inggris Menuju Resesi Ekonomi

Baca Juga : Sekda Kepulauan Riau Resmikan Festival Film Pramuka

Baca Juga : BI: Kinerja Ekspor Non Migas Menurun pada Triwulan II 2019

Gunung Slamet Menjadi Waspada (level II) ucap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani mengucapkan status Gunung Slamet, Jawa Tengah, naik menjadi Waspada (level II) dari normal (level I) pada Jumat (9/8)

“Berdasarkan data pemantauan instrumental, terjadi peningkatan yang cukup signifikan dan perlu diantisipasi jika terjadi erupsi, sehingga tingkat aktivitas Gunung Slamet dinaikkan dari level I (normal) menjadi level II (waspada) terhitung sejak 9 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB,” kata Kasbani dalam konferensi pers di Ruang Monitoring PVMBG, Kota Bandung.

Menurut Kasbani, Gunung Slamet yang meliputi lima wilayah kabupaten di Jawa Tengah itu akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya.

“Sejak Juni hingga hari ini terjadi aktivitas vulkanik, ada instrumen visual berupa embusan asap yang bervariasi mulai dari 300 meter dari atas puncak. Selain itu, mulai Juni hingga Agustus 2019 telah tercatat 51.511 kali gempa embusan, 5 kali gempa tektonik lokal dan 17 kali gempa tektonik jauh,” ujar Kasbani.

Gunung Slamet adalah gunung api strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncak 3.432 meter di bawah permukaan laut.

Secara administratif Gunung Slamet berada di lima wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Purbalingga.

Pengukuran suhu mata air panas pada tiga lokasi menunjukkan nilai 44,8 hingga 50,8 Celsius. Nilai ini pada pengamatan jangka panjang berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan naik dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya.

Dengan peningkatan status Gunung Slamet ini, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung maupun wisatawan tidak berada dalam radius 2 kilometer dari kawah puncak Gunung Slamet.(cnnindonesia.com)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER