Cina Marah pada Menlu Inggris yang Dinilai Intervensi Hongkong

Warga Whampoa, Hongkong, bergabung dengan pengunjuk rasa di luar stasiun MRT. Mereka memprotes polisi lantaran menangkap seorang demonstran pada hari Sabtu. (Getty via guardian)
Warga Whampoa, Hongkong, bergabung dengan pengunjuk rasa di luar stasiun MRT. Mereka memprotes polisi lantaran menangkap seorang demonstran pada hari Sabtu. (Getty via guardian)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Pemerintah Cina geram terhadap Inggris gara-gara dianggap ikut campur terhadap masalah protes massa Hongkong.

Cina mengecam Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, setelah ia berbicara dengan pemimpin Hongkong tentang protes yang kemudian berubah dari aksi menentang RUU ekstradisi yang kontroversial menjadi demonstrasi jalanan yang meluas menuntut reformasi pemilu.

Raab berbicara dengan Kepala Eksekutif Hongkong, Carrie Lam, dan menekankan perlunya “dialog politik yang bermakna dan investigasi yang sepenuhnya independen atas peristiwa baru-baru ini sebagai cara untuk membangun kepercayaan” di wilayah itu.”

BACA JUGA: Apa yang Diprotes Rakyat Hongkong?

BACA JUGA: Demonstrasi Ricuh, Polisi Hongkong Tembakkan Gas Airmata

Aksi massa di bekas koloni Inggris itu meluas dalam beberapa bulan terakhir.

Aksi dimulai dengan kampanye menentang RUU ekstradisi yang kontroversial. Belakangan melebar ke desakan untuk reformasi pemilu di wilayah Cina itu.

Hua Chunying, Juru Bicara kementerian luar negeri Cina, mengatakan, masa-masa kekuasaan Inggris di Hongkong sudah lama berlalu …

Inggris tidak memiliki kedaulatan, yurisdiksi atau hak pengawasan atas Hongkong. Jangan ada campur tangan asing atas Hongkong.

Sangat keliru bagi pemerintah Inggris untuk secara langsung memanggil Kepala Eksekutif Hong Kong untuk memberikan tekanan.

Juru bicara Deplu Inggris mengatakan, “Menteri Luar Negeri menggarisbawahi soal kuatnya hubungan Inggris dan Hongkong. Menyatakan dukungan kami untuk otonomi Hongkong, sebagaimana diatur dalam deklarasi bersama dan komitmen kami terhadap prinsip ‘satu negara, dua sistem”

“Menlu mengutuk tindakan kekerasan oleh semua pihak, tetapi menekankan hak untuk aksi damai, mencatat bahwa ratusan ribu rakyat Hongkong telah memilih cara ini untuk mengekspresikan pandangan mereka.” (*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.