Pekerja di Batam Usung Isu Lokal : “Sidang PHI ke Tanjungpinang Pasti Tambah Ongkos”

Di hadapan Wali Kota Batam, M Rudi yang melakukan mediasi, para pekerja meminta agar Pemerintah Kota Batam merealisasikan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). (suryakepri.com/dio)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam mengusung isu lokal dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam, Senin (12/08/2019).

Di antara tuntutan penolakan tentang rencana revisi UU Ketenagakerjaan yang kini sedang digodok di DPR RI, para pekerja juga menyuarakan masalah-masalah yang dianggap urgen di tingkat lokal, Batam maupun Kepri.

Mengenai tuntutan penolakan revisi UU Ketenagakerjaan, para pekerja sudah membawa draf petisi untuk disampaikan ke pemerintah pusat.

Baca: Pekerja di Batam Takutkan Pengurangan Pesangon, Gelar Aksi di Depan Kantor Pemko

Baca: Harga Hunian Diperkirakan Naik pada Triwulan III 2019

Baca: Ternyata 10 Makanan Ini Sebagai Penurun Kolesterol

Wali Kota Batam, M Rudi menyatakan belum terlalu paham secara detail mengenai draf yang dibahas di DPR. Ia masih meminta waktu untuk mempelajarinya.

Mengenai isu lokal, di hadapan Rudi yang melakukan mediasi, para pekerja meminta agar Pemerintah Kota Batam merealisasikan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI).

Hal ini dianggap perlu dikarenakan 90 persen sektor industri berada di Kota Batam. Sementara keberaan PHI sendiri hanya ada di Tanjung Pinang.

Menurut Ketua FC FSPMI Kota Batam, Alfatoni, hal ini sangat memberatkan para pekerja, terutama saat akan memperjuangkan haknya saat mengalami PHK sepihak, atau hal-hal kesewenang-wenangan lainnya, yang dilakukan oleh perusahaan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.