Tuesday, March 5, 2024
HomeLainnyaBisnisVirtual Office Tidak Boleh di Kos-kosan dan Kawasan Permukiman

Virtual Office Tidak Boleh di Kos-kosan dan Kawasan Permukiman

spot_img

Ivan menjelaskan bahwa ada beberapa alasan perlunya aturan virtual office.

Pertama, merupakan permintaan dan masukan dari anggoya Perjakbi sendiri.

Kedua, bisnis virtual office telah berkembang pesat dan melibatkan banyak orang serta memiliki ribuan pengguna..

Dijelaskan bahwa spirit dari draf regulasi ini adalah agar sektor usaha virtual office terus berkembang sehat.

BACA JUGA: Aturan Mobil Listrik Disahkan, Pemerintah Siapkan Insentif : Apa Saja Kemudahannya?

“Kami juga berharap pengelolaan bisnis virtual office ini bisa dilakukan lebih profesional dengan adanya pembinaan dan pengawasan dari pemerintah,” ujar Ivan.

Adapun beberapa hal yang ke depannya akan diatur dalam draft Permendag Virtual Office antara lain adalah pengaturan lokasi dan luas minimum gedung kantor virtual office.

BACA JUGA: Kadin Batam Akan Gugat Perka No 11 Tahun 2019: Nota Dirjen Bea Cukai Dinilai Serampangan

Pertama, virtual office tidak boleh berada di komplek perumahan apalagi rumah kos-kosan yang peruntukannya bukan untuk zona komersial perdagangan.

Kedua, pengusaha virtual office harus memiliki standarisasi manajemen mengenai teknologi, fasilitas, dan sumber daya manusia.

Ketiga, limitasi pengguna di sebuah kantor virtual office disesuaikan dengan luasan gedung dan manajemen yang dimiliki.

Berhubungan dengan pajak…

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER