Agar Lepas dari Jebakan Pendapatan Menengah, Indonesia Harus Dorong Industri Manufaktur

Foto ilustrasi (batambisnis.com)
epa03861219 Factory workers assemble phones on the factory floor during the opening of the new Motorola Flextronics factory in Fort Worth, Texas, USA, 10 September 2013. The new Moto X smartphone will be assembled at the factory in Fort Worth. EPA/LARRY W. SMITH
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Indonesia harus mampu mengembangkan industri manufaktur secara terintegrasi dengan pendekatan end-to-end.

“Indonesia memiliki kesempatan untuk melakukan itu,” kata Profesor Sir Mike Gregory dari University of Cambridge saat menjadi narasumber Seminar internasional
tema “Structural Transformation through Manufacturing Sector Development for High and Sustainable Economic Growth” di Jakarta, Senin pekan ini

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, mengatakan, sektor manufaktur sangat strategis untuk mendorong ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dan berkelanjutan

BACA JUGA: BI: Daya Tahan Ekonomi Indonesia Kokoh Hadapi Kondisi Global

BACA JUGA: Sri Muylani Berharap Investasi dan Ekspor Ikut Dorong Perekonomian

Jika bisa melakukannya, menurut Dody, Indonesia dapat terlepas dari middle income trap dan kemudian bertransformasi menjadi negara maju berpendapatan tinggi (high income country).

Dikatakan, pertumbuhan sektor manufaktur tidak hanya berperan sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi, namun juga memainkan peran penting untuk meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Making Indonesia 4.0

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.