Kemenperin Dorong Kolaborasi Material Center dengan Industri Otomotif

Industri Otomotif (The Green)
Industri Otomotif (The Green)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong kolaborasi antara Industri Kecil Menengah (IKM) yang tergabung dalam Material Center dengan stakeholder, termasuk industri otomotif.

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menargetkan, dalam kurun waktu enam tahun ke depan, ekosistem rantai pasok industri otomotif nasional semakin terkoneksi dengan Material Center dan berjalan semakin baik.

“Kami ingin pembentukan Material Center ini menjadi penanda semangat untuk terus mendukung sektor IKM,”  kata Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati WIbawaningsih di Jakarta, Kamis (15/8/2018).

BACA JUGA: Industri Kecil di Tegal Bisa Jadi Pemasok Suku Cadang Otomotif

BACA JUGA: Aturan Mobil Listrik Disahkan, Pemerintah Siapkan Insentif : Apa Saja Kemudahannya?

Kata Gati, dukungan terhadap sektor IKM sangat penting agar IKM mampu memegang peranan penting dalam pengembangan daya saing industri nasional yang kompetitif sampai kancah global.

Untuk itu, kata Gati, sangat membutuhkan kolaborasi, kerja sama, dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Rusia Dengar Info Industri Shipyard Prospektif di Batam, Berapa yang Aktif Sekarang?

Saat ini, sentra produksi IKM logam di Indonesia sebagian besar tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan total IKM komponen otomotif sebanyak 450 unit usaha.

Ke depan, diharapkan pula semakin banyak pelaku IKM yang dapat memanfaatkan layanan Material Center tersebut.

“Material center sebagai usaha penyedia bahan baku, juga dapat menjadi entitas bisnis yang mandiri dan terpercaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat IKM logam, khususnya di Kabupaten Tegal,” terangnya.

Kurangi pengangguran

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.