Soal Kronologi Laka Maut di Batam, Wakasat: Warga Ramai Ambil Video Tapi Enggan Bersaksi

Wakasat Lalu lintas Polresta Barelang, AKP Kartidjo.(agung)
Wakasat Lalu lintas Polresta Barelang, AKP Kartidjo.(agung)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Satlantas Polresta Barelang masih terus melakukan penyelidikan, terkait kecelakaan Bus Trans Batam yang melindas pengendara motor hingga tewas yang terjadi di Jalan Gajah Mada dari arah Tiban menuju Shoutlink, Jumat (16/08/2019) lalu.

Wakasat Lantas Polresta Barelang, AKP Kartidjo menjelaskan, sulitnya penyelidikan peristiwa tersebut lantaran saksi mata atau warga yang melihat kejadian enggan memberikan keterangan sebagai saksi.

“Kan gak mungkin tidak ada yang melihat, tapi masih banyak warga yang enggan menjadi saksi. Tapi kalau soal ambil gambar atau foto kejadian, sangat tinggi, ” ujar Kartidjo, Senin (19/08/2019).

Baca:Jenazah Maskur Tiba di Kampung, Istri dan Dua Anak Tak Kuasa Tahan Kesedihan 

Baca: Lakalantas di Batam – Jatuhnya Maskur ke Kolong Bus Masih Sisakan Pertanyaan

Namun, hingga saat ini pihaknya terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi.

Jika dari hasil penyelidikan dinyatakan bersalah, maka sopir Trans Batam bakal diproses hukum sebagaimana mestinya.

Sesuai UU, hukuman maksimal 5 tahun kurungan.

Anak dan istri Maskur saat di rumah duka. (suryakepri.com)

“Aturannya sudah jelas, berdasarkan undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 ancaman hukuman maksimal 5 tahun, ” katanya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.