Kedubes Malaysia Akan di Kepung Ojek Online Atas Ucapan Bos Taksi Malaysia

Ilustrasi massa driver ojek online. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Ilustrasi massa driver ojek online. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM –  Indonesia dan Gojek di Gegerkan Video Bos Taksi Malaysia menyebut Indonesia Negara Miskin dan Gojek hanyalah untuk orang miskin.

Baca: VIRAL VIdeo Bos Taksi Malaysia Sebut Indonesia Negara Miskin

Baca: Sultan Hamengkubuwono XI Hadiri Silaturahmi DPD RI di Batam

Seperti yang dilansir Kumparan.com, Ucapan Bos Taxi Malaysia itu mendapat respons dari persatuan para pengemudi ojek online di Indonesia.

Ancaman demo dari ojek online ke Kedubes Malaysia. Foto: Dok. Garda Indonesia
Ancaman demo dari ojek online ke Kedubes Malaysia. Foto: Dok. Garda Indonesia

Mereka Berencana akan melakukan unjuk rasa mengepung Kedutaan Besar Malaysia di Kawasan Kuningan, Jakarta, pada 3 September mendatang.

“Jika tidak ada klarifikasi dari Dubes Malaysia di Jakarta dan permohonan maaf dari bos taksi di Malaysia dalam video yang merendahkan martabat kami,

maka kami driver ojek online se-Indonesia akan kepung Kedubes Malaysia di Jakarta dan konjen-konjen Malaysia di seluruh NKRI,” kata Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/9).

Igun menjelaskan, ucapan pria Malaysia itu dianggap meresahkan karena merendahkan profesi ojek online.

“Ucapan dia juga menghina rakyat Indonesia,” ujar Igun.

View this post on Instagram

Shamsubahrin Ismail, pendiri perusahaan Big Blue Taxi Services, mengatakan pemerintah Malaysia sebaiknya fokus menyelesaikan masalah taksi online. Menurutnya adalah sebuah kemunduran jika pemerintah mengizinkan ojek roda dua online beroperasi di Malaysia. "Syed Saddiq adalah menteri terpelajar, tetapi ketika menteri lain berbicara soal mobil terbang atau mobil nasional, ia justru menyuruh anak muda menjadi ojek," kata Shamsubahrin seperti dilansir Free Malaysia Today. "Sebagai sebuah karier, Gojek tidak memiliki masa depan. Anak-anak muda kita layak mendapatkan yang lebih baik," kata dia. Lebih lanjut Shamsubahrin mengatakan bahwa budaya Indonesia dan Malaysia juga berbeda. Selain itu, Indonesia disebutnya lebih miskin, karenanya Gojek bisa sukses. "Gojek berhasil di Indonesia karena angka kemiskinan mereka sangat tinggi, tidak seperti di Malaysia," ujar Shamsubahrin. "Juga budaya mereka berbeda. Di Indonesia, perempuan bisa memeluk pengemudi, tetapi bagaimana di Malaysia? Apakah kita ingin perempuan-perempuan kita memeluk ojek?" imbuh dia. Shamsubahrin mengatakan ia akan menggelar demonstrasi jika Gojek benar diizinkan beroperasi di Malaysia.

A post shared by MAKIN NGUMPUL MAKIN RAME (@keluhkesahojol.id) on

 

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.