INDEF Buat Kajian Tarif Cukai Rokok, Ini Celah yang Terungkap

ilustrasi rokok
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM, BATAM – Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) telah melakukan kajian terhadap kebijakan tarif cukai rokok dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 156 Tahun 2018 mengenai Perubahan PMK 146 Tahun 2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

INDEF juga mengkaji Peraturan Direktur Jenderal Bea Cukai Nomor 37 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penetapan Tarif Cukai Hasil Tembakau yang merupakan peraturan turunannya.

Sejumlah celah yang ada dalam berbagai aturan tersebut membuat penerimaan negara dan pengendalian konsumsi rokok tidak optimal.

Baca: Soerya dan Isdianto Bakal Berpasangan di Pilgub Kepri 2020

Baca: Mantan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo Merapat ke PDI-P Maju Pilwako Batam

Dalam rilis yang diterima Suryakepri.com, Jumat (30/08/2019) disebutkan, Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad menjelaskan, terdapat tiga temuan utama dari hasil kajian INDEF terkait kebijakan cukai rokok.

Pertama, struktur cukai saat ini masih belum mengakomodir persaingan yang berkeadilan dan cenderung memiliki celah yang mampu dimanfaatkan.

PMK 146/2017 yang direvisi menjadi PMK 156/2018 telah membuat golongan tarif cukai rokok berdasarkan jenisnya yaitu sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), dan sigaret kretek tangan (SKT).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.