Diperkirakan Perlu Dana Rp466 Triliun:
Sri Mulyani Sebut Tiga Sumber Pembiayaan Ibukota Baru

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Untuk sumber yang kedua berasal dari KPBU, pemerintah melihat bahwa instrumen dari KPBU yang dimiliki saat ini juga sudah bisa ikut mengatasi dan meningkatkan minat swasta untuk membangun ibukota negara baru ini, terutama untuk pembangunan infrastruktur utama seperti sarana pendidikan dan kesehatan, museum, lembaga pemasyarakatan, serta sarana dan prasarana penunjang.

“Saya rasa kualifikasi apa yang menggunakan APBN apa yang menggunakan KPBU masih bisa bergerak, tergantung nanti detail engineering design dan tahapan implementasinya,” kata Sri Mulyani.

“Kami yakin tahapan awal barangkali peranan APBN akan jauh lebih besar,” imbu dia.

“Untuk itu, kita akan menggunakan berbagai instrumen seperti availability payment (AP), viability gap fund (VGF), project development facility, dan penjaminan dengan tujuan meringankan beban terhadap APBN.”

“Tentu dengan adanya KPBU ini kita bisa berharap adanya akselerasi pembangunan dengan adanya swasta tanpa terkendala oleh constraint ruang fiskal kita,” papar Sir Mulyani.

Sumber ketiga. Sri Mulyani berharap, swasta ikut berpartisipasi pada proyek pembangunan yang secara keuangan masih menguntungkan bagi mereka terutama perumahan,  pembangunan perguruan tinggi, science-techno park, peningkatan bandara, pelabuhan dan jalan tol, sarana kesehatan, pusat perbelanjaan dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

Untuk menarik swasta, diperlukan strategi untuk menarik investasi dan penguatan daya saing di lokasi pemindahan ibu kota negara melalui insentif fiskal dan deregulasi. A

pabila peran swasta belum sepenuhnya optimal, maka perlu antisipasi dengan penguatan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Layanan Umum (BLU) sebagai agen pembangunan. (*)

 

Malam Syukuran HUT ke 17 Provinsi Kepri

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.