Monday, July 15, 2024
HomeLainnyaNasionalBalai Arkeologi Takut Bila Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Dijual Keluar Negeri

Balai Arkeologi Takut Bila Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Dijual Keluar Negeri

spot_img

PALEMBANG, SURYAKEPRI.COM – Dusun Serdang, Desa Mara Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan menjadi saksi bagaimana daerah ini diduga dulunya menjadi lokasi Kerajaan Sriwijaya.

Kemunculan benda harta karun seperti manik-manik bahkan emas makin menambah kepercayaan bahwa daerah OKI merupakan wilayah yang mempunyai sejarah kerajaan.

Bermunculnya harta karun tersebut akhirnya membuat warga berbondong-bondong untuk melakukan penggalian secara ilegal, mencari barang berharga lainnya tertutama yang terbuat dari emas.

Hanya menggali dengan kedalaman sekitar 1 meter, warga sudah bisa menemukan perhiasan berupa cincin yang mengandung emas di lokasi tersebut.

Arkelog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan Retno Purwanti mengatakan, fenomena perburuan harta karun tersebut telah berlangsung sejak kurun waktu satu bulan terakhir.

Berbagai macam benda bersejarah yang selama ini terpendam di dalam lahan gambut muncul ke permukaan karena lokasi tersebut terbakar.

Lahan gambut pun menjadi tolak ukur peristiwa sejarah yang bisa dirangkai untuk mencari tahu jejak kerajaan Sriwijaya.

Semakin dalam gambut maka akan semakin lama pula nilai sejarah benda atau perhiasan yang ditemukan.

“Semua perhiasan yang ditemukan warga tersebut berada di dalam gambut. Artinya kemungkinan itu peninggalan dari Sriwijaya, tapi perlu penelitian. Tapi masalahnya, barang tersebut telah banyak dijual warga sehingga menyulitkan kita,” kata Retno, Jumat (4/10/2019).

BACA JUGA: Warga Mulai Ramai Berburu Emas dan Perhiasan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya di Lokasi Karhutla

BACA JUGA: Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Bermunculan di Dusun Serdang Lokasi Karhutla

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER