Obat Maag dan Asam Lambung Ranitidine Dinilai Berisiko Buruk, BPOM Tarik Semua Produk

ilustrasi obat ditarik.(ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Wacana penarikan obat maag dan asam lambung ranitidine sudah bergulir sepakan terakhir.

Namun per 9 Oktober 2019 ada kebijakan baru dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menarik semua peredaran ranitidine, dari sebelumnya masih bersifat parsial.

BPOM akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara produksi, distribusi, dan peredaran semua produk obat maag dan asam lambung ranitidine.

Baca: Saran Dokter Awal Bros: Cegah Obesitas Cara Ampuh Antisipasi Penyakit Jantung

Baca: Dampak Kiriman Asap Sumatera, Palembang Level Berbahaya hingga Malaysia Curhat ke Forum Menteri ASEAN

Baca: ATB Nyatakan Isu Konsesi Tak Lebih Penting daripada Ketersediaan Air Baku di Batam

BPOM memberikan tenggat waktu selama 80 hari kerja terhitung sejak 9 oktober untuk recall seluruh produk ranitidine.

“Kemarin kita uji 10 brand dan ada 6 brand yang terindikasi tercemar NDMA. Jadi kami memutuskan untuk meng-hold dulu, semuanya kita tarik, ijin edarnya kita bekukan dulu sementara,” jelas Kepala Badan POM, Penny K Lukito, seperti dikutip detikcom, Jumat (11/10/2019).

Total sebanyak 67 batch brand produk ranitidine yang dihentikan.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.