Pengusaha Apresiasi Keberhasilan Bea Cukai Gagalkan Peredaran Rokok dan Miras Ilegal

Rokok, rokok elektrik, dan miras ilegal hasil sitaan Ditjen Bea Cukai. (Foto: Kemenkau)
Rokok, rokok elektrik, dan miras ilegal hasil sitaan Ditjen Bea Cukai. (Foto: Kemenkau)

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Pengusaha rokok, rokok elektrik, dan minuman keras (miras) apresiasi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menindak peredaran rokok, rokok elektrik dan miras ilegal secara konvensional dan online.

Penggagalan tersebut diekspose oleh Syarif Hidayat, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC, Selasa (28/10/2019) di Kantor Pusat DJBC, Rawamangun.

“Kami dari Asosiasi Vaper Indonesia, pengguna vape, menyambut baik sekali gerakan untuk menanggapi produk-produk non cukai terutama dari produk HPTL e-liquid karena banyak sekali kasus di luar sana produk-produk yang tidak bercukai itu ternyata bermasalah. Entah itu oknum-oknum yang menyalahgunakannya dengan diisi narkoba, dan lain-lain,” kata Johan Sumantri perwakilan dari Asosiasi Vaper Indonesia.

Begitu pula apresiasi dari pengusaha rokok kecil kelas 2 – kelas 3 seperti industri Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) yang menyatakan bahwa dengan kenaikan harga jual barang kena cukai (BKC), konsumen dipastikan mencari barang ilegal.