Basarnas Karimun Libatkan Malaysia Cari KM Tanjung Solop dan Kru di Perbatasan

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

Kabar hilangnya KM Tanjung Solop beserta kru pertama kali diketahui setelah istri seorang ABK melapor ke Polairud Polres Karimun.

Rina Astuti, istri dari Syamsul Bahri (39) satu dari tiga kru KM Tanjung Solop mengadu suaminya tidak pernah kembali sejak berlayar pada 28 Oktober 2019.

Syamsul Bahri dan dua orang rekannya yakni Ujang (45) dan Bain (45), keduanya warga Tembilahan, Riau berangkat ke Batu Pahat, Malaysia dari Sungai Guntung, Tembilahan pada 28 Oktober 2019.

Mereka mengangkut 8 ton gula dan 2 ton jahe.

Setelah dua hari di Malaysia, ketiganya menggunakan KM Tanjung Solop kemudian meninggalkan Malaysia tujuan Sungai Guntung, Tembilahan, Kamis (31/10/2019).

Pada hari Jumat (1/11/2019) dini hari sekira pukul 00.34 WIB, Syamsul Bahri menghubungi istrinya, Rina Astuti.

Mengingat saat itu Rina tertidur, panggilan telepon dari suaminya, Syamsul Bahri tidak diangkat.

Penasaran, suaminya menelpon dini hari, Rina Astuti kemudian mencoba nelepon balik Syamsul Bahri sekitar pukul 00.45 WIB.

Namun, Rina mendapati handphone suaminya, Syamsul Bahri sudah tidak aktif. (hay)