SP3 Kasus Rasis Bobby Jayanto, Kejari Tanjungpinang Masih Telaah Isi Surat

Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam di kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kepri), Jalan Sei Timun, Km 14, Tanjungpinang, Rabu (6/11/2019).(MBA/SURYAKEPRI.COM)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Terkait surat penghentian penyidikan (SP3) kasus Bobby Jayanto anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri) masih ditelaah Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang. Sampai sekarang jaksa masih mempelajari isi SP3-nya. Dalam waktu dekat ini akan ada sikap dari jaksa terkait kasus tersebut.

“Memang benar kita sudah terima suratnya dari Polres Tanjungpinang. Sekarang masih dipelajari jaksa,” kata Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam di kantor Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kepri), Jalan Sei Timun, Km 14, Tanjungpinang, Rabu (6/11/2019).

Lanjut, kata Ahelya, setelah SP3 ditelaah jaksa, maka dalam waktu dekat ini akan ditentukan sikapnya. Ahelnya belum mau menyampaikan apa dasar hukum Polres Tanjungpinang menerbitkan SP3 tersebut.

“Kita bahas dulu surat pemberitahuan SP3 ini, apa pertimbangan hukumnya belum bisa saya sampaikan,” ujarnya.

BACA JUGA:Sidang Praperadilan 2 Eks Direktur PT KDH Karimun Gugur, Ini Penyebabnya

BACA JUGA: Cari Anggota Keluar Markas, Polisi Militer Tanjungpinang Razia Patroli di Toapaya Bintan

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang akhirnya menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) terhadap kasus menjerat Bobby Jayanto dalam perkara kasus pidato rasis. Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang resmi menghentikan kasus tersebut usai gelar perkara dilaksanakan.

“Sudah gelar perkara pada Selasa (10/9/2019) dan keputusannya SP3 (diterbitkan),” kata Kasatreskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Alie yang dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019).

Alie menjelaskan, penghentian kasus anggota DPRD Kepri itu bukan hanya karena kepentingan tersangka. Namun, melihat  kepentingan yang lebih besar yaitu untuk menghindari kegaduhan dan demi keamanan. Selain itu, adanya kesepakatan antara pelapor dan tersangka dengan kesepakatan berdamai, serta tokoh masyarakat lewat mediasi.

“Dalam perkara ini aspek pelapor sudah tidak mempermasalahkan lagi, kesepakatan antara pelapor dan terlapor itu hasil mediasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu,” katanya.

“Terkait penghentian kasus ini  tidak ada hambatan lagi untuk segera memenuhi penertiban SP3,” kata Alie sebelumnya.

Lanjut, kata Alie, berbicara produk hukum SP3 adalah produk hukum, berbicara kepastian hukum, SP3 juga kepastian hukum. Namun, dalam penertiban SP3 kasus Bobby Jayanto harus melalui prosedur. “Makanya kita lengkapi dulu administrasi SP3 ini,” kata Alie. (MBA)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.