Nilai Ekspor Pertanian Karimun 2019 Turun Rp 33,1 Miliar, Ini Penyebabnya

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau bersama Kantor Stasiun Karantina Pertanian Karimun saat menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk peningkatan ekspor dan investasi di Kabupaten Karimun di grand ballroom hotel Aston Karimun, Rabu (20/11/2019) mulai sekitar pukul 11.00 WIB.(HAY/SURYAKEPRI.COM)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau bersama Kantor Stasiun Karantina Pertanian Karimun menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk peningkatan ekspor dan investasi di Kabupaten Karimun.

FGD digelar di grand ballroom hotel Aston Karimun, Rabu (20/11/2019) mulai sekitar pukul 11.00 WIB.

FGD dibuka oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq. Tampak hadir Kepala Kanwil DJBC Kepri, Agus Yulianto, Ketua DPRD Karimun M Yusuf Sirat, anggota FKPD Karimun dan sekitar 32 pelaku usaha.

“Karimun, dengan potensi pertanian yang besar dan lokasi yang strategis, diharapkan selain dapat mencukupi kebutuhan pangannya juga mampu berkiprah di pasar ekspor,” kata Kepala Karantina Pertanian Tanjung Balai Karimun, drh Priyadi saat memberikan laporan di awal acara.

BACA JUGA: Besok, Pembukaan Job Fair di Batamindo Batam, 29 Perusahaan Bakal Menyerap 1.000 Tenaga Kerja

BACA JUGA: Oknum Dokter Magang di Tanjungpinang Akan Disidang, Terjerat Dugaan Asusila ke Pelajar SMP

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.