Gaduh Jelang berakhirnya Konsesi ATB-BP Batam: Politisi Nasdem Bilang Setuju BUMN Masuk

Ilustrasi distribusi air bersih di Batam.(ist)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Jelang berakhirnya konsesi pengelolaan air bersih antara Badan Pengusahaan (BP) Batam, dengan PT Adhya Tirta Batam (ATB) pada 2020, banyak pihak semangat mengungkit dan mewacanakannya.

Gaduh-gaduh konsesi ATB sudah berlangsung sejak 2017, hingga kini juga masih sekadar wacana.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi beberapa waktu lalu bilang bahwa lelang akan segera dilakukan. Namun sampai saat ini belum juga ada kabar kemajuannya. Alasannya masih menunggu beberapa faktor lainnya, seperti penghitungan total aset.

Baca: Bupati Kuansing Riau Digugat Bawahannya, Kabid di Dinas Perhubungan

Baca: Pegawai PT Pos Mengaku Babak Belur, Curiga Sengaja Dibangkrutkan dan Mengadu ke Erick Thohir

Baca: Lima Komisioner KPU Batam Dipecat, KPU Kepri Direhabilitasi – Ini Komentar Ketua KPU Kepri Sriwati

Mengenai isu seputar pengelolaan air baku yang akan dilakukan oleh BP Batam bekerjasama dengan BUMN, Rudi masih diplomatis.

“Ini hanya kemungkinan, dikelola sendiri melalui BUMN atau BUMD. Namun bukan berarti kontrak kerjasama dengan swasta tidak dilanjutkan,” paparnya, Rabu (20/11/2019).

Walau begitu, ia juga melontarkan bahwa jika hingga mendekati akhir konsesi tidak dilakukan lelang, maka hal ini tidak menutup kemungkinan, pengelolaan air baku Batam tetap akan dilakukan oleh PT ATB.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.