Kasus Korupsi Pajak di Tanjungpinang – Jaksa Warning Usut Pendapatan Pajak Tahun Sebelumnya

Kantor BPPRD Tanjungpinang di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang.(suryakepri.com/MBA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang secepat mungkin akan menetapkan tersangka dugaan korupsi penggelapan pajak di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Tanjungpinang.

Penyidik akan menetapkan tersangka setelah menaikkan status penyelidikan perkaranya ke peyidikan.

Bahkan dengan temuan itu, jaksa membuka kemungkinan adanya tindakan melawan hukum yang terjadi pada tahun-tahun berikutnya.

Jaksa menyebut, penyelidikan untuk tahun sebelumnya juga dimungkinkan.

“Doakan ya, mudah-mudahan secepatnya penyidik akan ada menetapkan tersangka. Kalau sudah penyidikan artinya bakal ada tersangka,” ujar Kepala Kejari Tanjungpinang Ahelya Abustam  didampingi Kepala Seksi Intelijen Rizky Rahmatullah dan Kepala Seksi Pidsus Aditya Rakatama di kantornya, Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Kamis (28/11/2019).

Baca: BREAKING NEWS, Jaksa Temukan Adanya Dugaan Korupsi Penggelapan Pajak Pemko Tanjungpinang Naik ke Pidsus

Baca: Solar Kerap Kosong di SPBU, Pertamina Sebut Truk-truk Tambang Masih Gunakan BBM Bersubsidi

Baca: Pekan Depan Nurdin dan Kock Meng Jalani Sidang Perdana, Rilis KPK Sebut Soal Konspirasi

Dalam penyidikan ini, kata Ahelnya, tidak menutup kemungkinan akan mengusut tahun-tahun berikutnya.

Saat ini penyidik masih fokus penyidikan tahun 2019 penggelapan dana pajak Bea Perolahan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) senilai Rp1,3 miliar berdasarkan laporan awal.

“Sudah jelas kita akan usut ke tahun-tahun berikutnya. Tentu untuk mengungkapnya butuh waktu lama,” ujarnya.

Lanjut, kata Ahelya, sejauh ini sudah 11 orang yang diperiksa.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.