Tim TNI AU Bandara RHF Lumpuhkan Kru Pesawat yang Sandera Penumpang saat Latihan Pengamanan

Latihan ini diikuti seluruh komite keamanan bandara yang terdiri dari PT Angkasa Pura II, Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) RHF, Lanudal Tanjungpinang, Wing Udara 1 Tanjungpinang, TNI AD, Kepolisian dan Avsec Bandara RHF.

“Kita berkoordinasi dengan Lanud RHF ketika ada penyanderaan atau kejadian kejahatan luar biasa, sesuai aturan yang ada untuk darurat kuning ada di komando EGM, kalau rawan merah  komando diserahkan ke Lanud,” katanya.

Komandan Lanud RHF Kolonel Pnb Andi Wijanarko menambahkan, latihan ini untuk menyegarkan kembali kesiapan dari komite keamanan bandara.

Dia menuturkan, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan 125 tahun 2015 apabila ada kejadian merah, Angkasa Pura tidak sanggup mengatasi akan diambil alih TNI.

“Rawan merah artinya ada teroris, kerusuhan dan penyanderaan karena sudah tidak bisa dikendalikan Angkasa Pura. Penanggung jawab wilayah udara di Kepri kebetulan ada pada saya, jadi harus tanggung jawab dalam mengamankan bandara di Kepri,” tutup Andi. (MBA)