5 Pelaku Pemburu Harimau Sumatera Disergap, Sita Kulit dan Janin si Loreng

Lima pelaku serta barang bukti kulit harimau dewasa diamankan di kantor BBKSDA Riau. (foto istimewa/GR)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

MERANTI, SURYAKEPRI.COM – Modus perburuan harimau dan perdagangan organ harimau Sumatera terungkap.

Tim gabungan Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Tim Polhut Pasopati dan Mabes Polri tindakan komersialisasi Panthera tigris sumatrae itu di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Dalam pengungkapan itu, empat janin harimau dan kulit harimau diamankan petugas. Lima orang pelaku berinisial, MY, E, SS, TS, dan SS kini menjadi tersangka.

Baca: Presiden PKS Sebut Nama Soerya 10 Kali di Arena Rakorwil PKS Kepri, Lalu Salam Komando

Baca:3 Desa di Tambelan Sempat Dilanda Tanah Longsor, Warga Kesulitan Akses Jalan

Baca: Tetangga Merinding Ingat Kematian Sri Lestari di Karimun, Polisi Datangi Bekas Kontrakan

Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan KLHK, Sustyo Iriono mengatakan, operasi peredaran tumbuhan dan satwa liar dilindungi tersebut dilaksanakan berdasarkan informasi adanya perburuan harimau di wilayat tersebut.

“Dari pengembangan informasi yang kita lakukan, petugas berhasil mengamankan pelaku masing-masing berinisial MY, SS dan E (merupakan istri MY).

Dari penangkapan itu diperoleh barang bukti berupa 4 (empat) ekor janin harimau yang disimpan dalam toples plastik di lokasi penangkapan,” kata Sustyo, Sabtu (7/12/2019).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.