KPK Kecewa Aturan KPU Mantan Napi Korupsi Boleh Maju Pilkada 2020

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan keterangan di Griya Agung Palembang
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) mengaku kecewa dengan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang membolehkan bekas narapidana kasus korupsi mencalonkan diri dalam Pilkada 2020.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mempertanyakan komitmen partai politik jika kembali mencalonkan mantan narapidana korupsi untuk Pilkada.

Meski kecewa, KPK tidak bisa berbuat banyak karena bukan ranah KPK untuk menerbitkan peraturan pemilu.

Baca: Maju Jadi Calon Pilkada 2020,  Anggota Dewan/PNS/Pegawai BUMN Harus Mundur dari Jabatannya 

Baca: Peringati Hari Antikorupsi, Kajari Tanjungpinang Ajak Masyarakat Ikut Awasi Anggaran Pemerintah

Baca: Ramalan 5 Shio yang Paling Beruntung Tahun 2020, Perjalanan Asmara hingga Karier

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang memberikan pertanyaan terkait hal yang harus lebih dipikirkan sebelum memutuskan narapidana korupsi dapat maju ke Pilkada 2020.

“Tidak komit. Karena itu ada kaitan dengan apa memang benar tidak ada kaderisasi? Apa memang benar tidak ada rekruitmen? Apa kemudian kode etiknya seperti itu? Apakah itu etik?” tanya Saut Situmorang disampaikan ke wartawan, Minggu (8/12/2019).

“Jadi sekali lagi sebaiknya memang kalau kita komit dengan rekomendasi KPK itu tidak dilakukan,” sambungnya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.