Perundingan dengan Nelayan Deadlock, PT Timah Segera Mulai Eksploitasi DU 747 D Karimun

Ketua Komisi 3 DPRD Karimun, Ady Hermawan. Foto Suryakepri.com/Rachta Yahya
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – PT Timah Tbk disebut-sebut segera memulai kegiatan eksploitasi pasir timah di blok DU 747 D seluas 2.700 hektare di sekitar perairan Kecamatan Tebing, Karimun, Kepulauan Riau.

Kegiatan eksploitasi tersebut akan dilakukan perusahaan BUMN itu dalam 1-2 hari ke depan.

Apalagi tiga unit Kapal Isap Produksi (KIP) mitra PT Timah Tbk sudah berada di perairan Kecamatan Tebing sejak beberapa hari lalu.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi 3 DPRD Karimun, Ady Hermawan usai menggelar perundingan terpisah antara PT Timah Tbk dengan nelayan, Selasa (10/12/2019) sore.

Perundingan itu sendiri digelar secara maraton sejak Selasa siang dan tertutup dari media.

“Informasi dari Kepala Divisi Pengamanan, PT Timah segera memulai kegiatan eksploitasi di IUP DU 747 D. Kemungkinan dalam 1-2 hari ke depan,” kata Ady Hermawan kepada wartawan, Selasa malam.

Ady Hermawan mengatakan, PT Timah Tbk juga segera berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk merealisasikan rencana mereka untuk mengeksploitasi blok DU 747 D Karimun tersebut.

Lalu bagaimana dengan perundingan antara nelayan dengan PT Timah Tbk?

Ketua Fraksi Hanura DPRD Karimun itu mengatakan, perundingan belum menemukan titik temu atau deadlock.

Hal itu dikarenakan kedua belah pihak berpegang teguh pada pendirian masing-masing.

PT Timah Tbk dikatakan Ady tidak sanggup memenuhi permintaan nelayan.

Sebaliknya perusahaan plat merah itu hanya akan memberikan bantuan dalam bentuk CSR.

BACA JUGA: PT Timah Tak Sanggup Penuhi Permintaan Nelayan, Perundingan di DPRD Karimun Berjalan Buntu

BACA JUGA: Nelayan Karimun Usulkan Kompensasi Kapal Bobot 3 GT ke PT Timah Tbk

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.