Divonis Mati Tuduhan Makar, Sambil Sakit Musharraf Sebut Ada Nuansa Balas Dendam

Mantan Jenderal Pakistan Pervez Musharraf

SURYAKEPRI.COM – Mantan Panglima Angkatan Bersenjata sekaligus eks Perdana Menteri Pakistan Pervez Musharraf, menanggapi vonis mati atas tuduhan makar yang dijatuhkan hakim pada Selasa lalu.

Musharraf menyatakan putusan itu kental dengan nuansa balas dendam.

“Kasus ini diangkat dan diusut karena dendam pribadi sejumlah orang kepada saya,” kata Musharraf dalam rekaman video yang dilansir stafnya, seperti dikutip AFP, Kamis (19/12).

Dalam video itu, Musharraf terlihat terbaring di ranjang rumah sakit dan tidak lancar berbicara.

Musharraf saat ini dilaporkan berada di Dubai untuk berobat dan dalam keadaan sakit.

Mantan jenderal itu tidak merinci langkah apa yang bakal dia dan tim kuasa hukumnya ambil terkait vonis itu.

Putusan mati itu dijatuhkan kepada Musharraf karena menangguhkan konstitusi dan menerapkan aturan darurat pada 2007. Kebijakan itu dianggap sebagai pelanggaran pada 2014.

Musharraf menjadi mantan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan yang pertama dipidana dengan dakwaan makar dan dijatuhi hukuman mati.

BACA JUGA: Sri Mulyani Bikin Sayembara Kenaikan Pangkat, Bila Ada Pegawai BC Ungkap Kasus Besar

BACA JUGA: Husein Alatas Tepuk Bahu Pasien hingga Tertidur, Mengaku Tertarik dan Nekat Mencabuli

BACA JUGA: Diduga Curi Ikan, Nelayan Indonesia Tertangkap Patroli Australia