2 Pesawat Garuda Nyaris Tabrakan, Ini Penjelasan Dirjen Perhubungan Udara

Pesawat terbaru Garuda Indonesia A330-900 NEO saat peluncuran di hanggar 2 GMF Aero Asia, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/11/2019).(Sumber.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

SURYAKEPRI.COM – Dua pesawat Garuda nyaris bertabrakan di area taxiway Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (22/12/2019).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih mengatakan insiden pesawat Garuda Indonesia berhadap-hadapan (head on) di area taxiway Bandara Soekarno-Hatta murni kesalahan komunikasi.

“Sudah dievaluasi, ada kesalahan komunikasi,” kata dia seperti diberitakan kompas.com.

Polana mengatakan kesalahan komunikasi tersebut terjadi lantaran cuaca buruk di sekitar Bandara Soekarno-Hatta pada saat insiden terjadi.

Dia juga membantah bahwa penyebab head on tersebut lantaran jam kerja yang terlalu panjang untuk pilot, atau overtime sehingga menyebabkan pilot tak konsentrasi.

“Enggak, enggak enggak (overtime), karena waktu itu lagi cuaca buruk suara dari ATC agak terganggu,” ujar dia.

Meskipun karena faktor cuaca, Polana mengatakan ada sanksi untuk pilot yang melakukan kesalahan tersebut. Sanksi, kata dia, diberikan langsung oleh Garuda Indonesia sebagai perusahaan operator maskapai.

“Perusahaan yang memberikan sanksi, ya pilotnya (terkena sanksi),” jelas dia. Hal senada pernah dijelaskan Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt Tumpal M Hutapea.

BACA JUGA: Sah! Akhirnya BPN Keluarkan Sertipikat Tanah Kampung Tua Kota Batam

BACA JUGA: Erick Thohir Pecat Dirut Garuda, Ikagi Kirim Bunga: “Garuda Tidak Butuh Direktur Kaleng-kaleng”

BACA JUGA: Kronologis, Adian Napitupulu Kena Serangan Jantung di Pesawat Garuda