BPN Telah Terbitkan 1.406 Sertipikat Tanah untuk 3 Kampung Tua di Batam, Daerah Mana Saja Itu?

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil(Dokumentasi Kementerian ATR/BPN)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Perjuangan panjang masyarakat Kampung Tua, Kota Batam, Kepulauan Riau yang sudah 240 tahun tinggal di kawasan ini secara turun temurun, berbuah manis.

Hal ini menyusul pengakuan kepemilikan tanah yang diberikan Pemerintah melalui Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Jumat (20/12/2019).

Pemerintah telah mengeluarkan sertipikat tanah sebagai bukti hukum atas hak tanah yang dimiliki masyarakat Kampung Tua.

Kepala Kantor Wilayah Provinsi Kepulauan Riau Asnawati mengakui, bahwa tak mudah melakukan proses sertipikasi tanah.

Mengingat selama ini status tanah di Kampung Tua berupa Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Karena status inilah, masyarakat Kampung Tua diharuskan membayar Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO).

“Setelah melalui proses yang sangat panjang dan koordinasi, kami dengan stakeholder lainnya, membentuk Tim Teknis Penyelesaian Legalitas di Kampung Tua. Selanjutnya dilakukan indentifikasi dan verifikasi melalui koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait,” terang Asnawati seperti diberitakan kompas.com.

Langkah berikutnya, lanjut dia, Kantor Wilayah BPN Provinsi Kepulauan Riau dan Kantor Pertanahan Kota Batam melakukan inventarisasi dan pengukuran.

Namun, sehubungan dengan fakta bahwa hak yang diberikan kepada masyarakat Kampung Tua adalah HPL, artinya yang bisa diberikan adalah Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pakai di atas HPL, sementara, di sisi lain masyarakat menginginkan hak milik.

Karena itu, Asnawati dan timnya mencari payung hukum dan meminta pendapat ahli hukum.

BACA JUGA: Sah! Akhirnya BPN Keluarkan Sertipikat Tanah Kampung Tua Kota Batam

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.