Pelabuhan Peti Kemas Malarko di Karimun Mangkrak 7 Tahun, Anggota DPR RI Ansar Ahmad: Harus Dilanjutkan!

Anggota DPR RI dapil Kepri, Ansar Ahmad saat reses di Karimun, Senin (23/12/2019). Foto Suryakepri.com/Rachta Yahya

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Pelabuhan peti kemas Malarko di Desa Pelambung, Kecamatan Tebing, Karimun, Kepulauan Riau diketahui mangkrak dalam pengerjaannya sejak tahun 2012.

Pelabuhan yang semula digadang-gadang menjadi pelabuhan peti kemas terbesar di Indonesia itu sudah menghabiskan uang negara sekitar Rp 200 miliar.

Namun pengerjaannya terhenti sejak tahun 2012 tanpa ada kejelasan.

Padahal pelabuhan peti kemas cukup dibutuhkan Karimun sebagai daerah tujuan investasi baru di Indonesia dan Kepulauan Riau khususnya.

Akibat ketiadaan pelabuhan peti kemas yang representatif itu berimbas pada laju investasi di Karimun.

Tiga calon investor asing batal masuk ke Karimun setelah mengetahui daerah tersebut tidak memiliki pelabuhan peti kemas yang representatif.

Ketiganya yakni investor dari Tiongkok, Singapura dan PT Sakura, konsorsium dari Jakarta.

Ketiganya dituturkan Lin Ce, seorang pengusaha wanita asal Kota Batam memiliki rencana membangun kawasan pergudangan di Karimun.

BACA JUGA: 1 Muharam atau 1 Suro Diwarnai Aneka Tradisi hingga Kemasan Kekinian

BACA JUGA: Area Peti Kemas Pelabuhan Batuampar Batam Dibakar Orang, Begini Aksi Mengatasi