Monday, June 24, 2024
HomeLainnyaBisnisKemenperin Akan Masukan Skema Upah per Jam Dalam Omnibus Law

Kemenperin Akan Masukan Skema Upah per Jam Dalam Omnibus Law

spot_img

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Kementerian Perindustrian akan memasukan skema upah per jam dalam RUU Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja.

Skema pembayaran upah per jam dinilai akan mendorong peningkatan investasi yang sekaligus membawa dampak terhadap penciptaan lapangan kerja. Ini diharapkan bisa memperkuat perekonomian nasional dan daya saing Indonesia.

“Skema upah per jam dalam Omnibus Law itu akan menggenjot investasi dan menumbuhkan lapangan kerja baru,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita akhir bulan lalu di Jakarta, sebagaimana dikutip Suryakepri.com dari situs resmi Kemenperin, Kamis (2/1/2020).

Menurut Menperin Agus, sistem upah yang dihitung per jam bukan hal baru dalam dunia tenaga kerja. Sejumlah negara sudah menggunakan skema tersebut.

Dilansir dari situs World Population Review, ada sepuluh negara menerapkan upah per jam dengan nilai besar. Kesepuluh negara itu, yakni Luksemburg, Australia, Prancis, Selandia Baru, Jerman, Belanda, Belgia, Inggris, Irlandia, dan Kanada.

Agus menegaskan, untuk sektor industri, akan tetap mengikuti pola gaji minimum bulanan.

Namun sektor penunjang industri, seperti sektor jasa dan perdagangan dapat memanfaatkan penerapan upah per jam.

“Jadi, penerapan gaji per jam ini untuk pekerja jasa dan pekerja paruh waktu. Misalnya konsultan. Skema pengupahan per jam sebenarnya sudah lumrah dilakukan di negara-negara maju,” papar Agus.

Dia menambahkan, pembayaran per jam ini akan membuka kesempatan bagi perusahaan dalam memberikan fleksibilitas untuk menerapkan pengupahannya.

“Sebenarnya ini adalah opsi perusahaan maupun pekerja untuk menentukan cara kerja yang paling tepat untuk mereka,” imbuhnya.

Saat ini, dengan skema gaji tetap, pekerja yang masuk dengan jumlah hari yang berbeda tetap mendapatkan gaji yang sama.

Sementara upah per jam, upah yang diterima pekerja sesuai dengan jam kerjanya. “Oleh karena itu, diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pekerja kita,” jelas Agus.

BACA: Tiga Strategi Utama Pemerintah Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2020

Menperin pun mengemukakan, pemerintah sedang memberikan perhatian lebih kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai program prioritas.

“Fokus ini salah satunya guna merebut peluang terhadap momentum bonus demografi yang dinikmati Indonesia hingga tahun 2030 nanti,” tegas dia.(*)

  • Editor: Eddy Mesakh
  • Sumber: Kemenperin.go.id

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

POPULER