Menlu Retno Tegaskan China Harus Patuhi UNCLOS 1982

Menlu Retno Marsudi (Foto: Jay/Humas Setkab)
Menlu Retno Marsudi (Foto: Jay/Humas Setkab)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

JAKARTA, SURYAKEPRI.COM – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi secara tegas menyatakan bahwa China harus patuhi aturan dalam UNCLOS 1982 yang juga telah diratifikasi oleh negeri Tirai Bambu itu.

Retno mengungkapkan itu terkait penyerobotan batas laut oleh kapal dan nelayan China di Perairan Natuna, Kepulauan Riau akhir 2019.

Retno menegaskan bahwa posisi Indonesia cukup jelas, dan Presiden Joko Widodo juga sudah menyampaikan kembali bahwa pelanggaran itu dilakukan oleh kapal-kapal Tiongkok.

Menlu mengingatkan, sebagai negara yang menjadi parties/anggota United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982, China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT) wajib mematuhi apa yang diatur oleh UNCLOS.

“Nah, apa yang ada di antara lain mengatur mengenai masalah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) dan sebagainya, sehingga ZEE, penarikan-penarikan garis yang terkait dengan ZEE dan sebagainya yang di Indonesia itu sudah sesuai,”kata Menlu kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1/2020).

“Kita hanya ingin Tiongkok mematuhi hukum internasional termasuk di UNCLOS,” tegas Retno.

Terkait Nine Dash Line yang diklaim oleh Tiongkok, Menlu menegaskan, sampai kapanpun juga Indonesia tidak akan mengakui.

Ia menegaskan pernyataan Presiden Jokowi bahwa itu bukan hal yang harus dikompromikan karena sudah jelas hak berdaulat.

“Ini hak berdaulat ya, hak berdaulat kita, sudah jelas, sudah sesuai dengan hukum internasional UNCLOS. Kita hanya ingin RRT sebagai anggota dari UNCLOS itu untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS. Jadi intinya itu seperti yang sudah kita sampaikan,” ujar Menlu.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.