5 Fakta Menyedihkan Pengakuan 2 Gadis Korban Trafficking di Lokalisasi Batam, Disekap hingga Dipaksa Melayani

Dua Anak dibawah Umur Berinisial A (11) dan L (15) menjadi korban perdagangan anak di kawasan prostitusi Sintai, Batu Aji, Kota Batam, Selasa (7/1/2020). (Foto: Suryakepri.com/Romi)
Dua Anak dibawah Umur Berinisial A (11) dan L (15) menjadi korban perdagangan anak di kawasan prostitusi Sintai, Batu Aji, Kota Batam, Selasa (7/1/2020). (Foto: Suryakepri.com/Romi)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

SURYAKEPRI.COM – Satreskrim Polresta Barelang mengungkap kasus perdagangan anak di bawah umur yang dipekerjakan di lokalisasi prostitusi kawasan Teluk Pandan Sintai, Tanjunguncang, Kota Batam, Selasa (7/1/2020).

Dua anak dibawah umur berinisial A (11) dan L (15) dijual oleh pelaku yang bernama Aini dan Suhendri serta satu mucikari yang masih dibawah umur berinisial DS.

Berikut fakta-fakta yang terungkap dari pengakuan korban dan tersangka:

1. Berawal informasi Kemensos

Terungkapnya kasus perdagangan anak ini berkat informasi dari Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri yang mendapat laporan dari Kementerian Sosial pusat, bahwa ada anak dibawah umur yang dipekerjakan di Batam.

“KPPAD dan anggota langsung datang ke tempat anak tersebut diperjual belikan, dan langsung mengamankan tiga pelaku,” kata Kombes Prasetyo Rahmad Purboyo, Kapolresta Barelang, Rabu (8/1/2020).

Prasetyo menjelaskan, dua anak dibawah umur tersebut dibawa DS dari Jawa Barat, dan diiming-imingi pekerjaan di cafe.

“Sesampai di Batam, dua anak dibawah umur ini langsung dipekerjakan di Sintai dan sudah melayani tamu lelaki hidung belang,” ujarnya.

BACA JUGA: Wahyu Setiawan Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK, Siapa Penggantinya?

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.