5 Fakta Menyedihkan Pengakuan 2 Gadis Korban Trafficking di Lokalisasi Batam, Disekap hingga Dipaksa Melayani

Want create site? With Free visual composer you can do it easy.
Kelima pelaku berinisial SS, JA, JH, JN dan JK saat ekspose di Mapolresta Batelang, Rabu (8/1/2020). (Foto: Suryakepri.com/Romi)
Kelima pelaku berinisial SS, JA, JH, JN dan JK saat ekspose di Mapolresta Batelang, Rabu (8/1/2020). (Foto: Suryakepri.com/Romi)

3. Disekap di kamar

Dua remaja berinisial A (11) dan L (15) yang menjadi korban trafficking mengaku dipaksa melayani lelaki hidung.

Selain itu, kedua remaja juga di kunci di dalam Bar oleh mucikari.

Kedua remaja tersebut bukan hanya sekali melayani pelanggan di kawasan Sintai tersebut, beberapa kali ia harus melayani lelaki hidung belang.

“Kami dipaksa melayani Om om di sana, dan uang tips hasil melayani diambil oleh pemilik bar,” kata A.

Lanjut A, ia ke Batam karena diiming-imingi bekerja di tempat yang baik, seperti di cafe dan restoran. Sehingga, ia tergoda atas ajakan tersebut.

“Karena tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh mucikari tersebut, ia menghubungi kakaknya yang berada di Jawa Barat.

“Saya hubungi kakak saya di kampung untuk menghubungi polisi, dan membebaskan saya dari tempat tersebut,” ujarnya.

Berkat laporan korban, kakak korban langsung menghubungi Kementerian Sosial untuk menindak perdagangan adiknya di Batam.

Kementerian Sosial pusat langsung menghubungi KPPAD Kepri untuk menyelidiki kasus tersebut.

BACA JUGA: Daftar 4 Kasus Penipuan yang Mencatut Nama Perwira Polisi dan Kejari di Kepri

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.