Wisatawan Ikut Lihat Kisruh Driver Taksi Online-Konvesional di Depan Megal Mall Batam Centre

Foto Seorang Pengemudi Taksi Online Kepergok Oleh Taksi Konvensional di Pintu Keluar Parkir Mega Mall. (Foto: Suryakepri.com/Ucu Rahman)
Foto Seorang Pengemudi Taksi Online Kepergok Oleh Taksi Konvensional di Pintu Keluar Parkir Mega Mall. (Foto: Suryakepri.com/Ucu Rahman)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BATAM, SURYAKEPRI.COM – Pemandangan serius terlihat dari warga dan wisatawan asing yang melintas di depan Mega Mall Batam Centre setelah terjadi kisruh driver taksi online dengan konvesional, Rabu (15/1/2020) sekitar pukul 14.30 WIB.

Para wisatawan ini melihat dari jembatan penyeberangan orang yang terhubung dari Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre dengan Mega Mall.

Tak hanya wisatawan, warga yang kebetulan melintas memilih berhenti dan melihat dari trotoar jalan melihat kisruh driver online dengan konvesional tepat di pintu keluar parkir.

Baca Juga: Jalan Raya Depan Mega Mall Sempat Macet Total, Kisruh Driver Taksi Online-Konvesional

Baca Juga: Sempat Rusuh di Pintu Keluar Mega Mall, Polisi Mediasi Taksi Online-Konvensional

Satu orang driver taksi online saling adu debat dengan para taksi konvesional.

Dua sekuriti Mega Mall berusaha untuk melerai agar pertengkaran tidak sampai lebih parah lagi.

Kemacetan terjadi hingga belokan Mal Pelayanan Publik arah ke Polsek Batam Kota.

Suasana makin panas karena kisruh dua taksi ini terjadi tepat di pinggir jalan, dimana satu unit taksi online tak bisa bergerak keluar setelah dikepung driver konvesional.

Tak lama polisi dari Polsek Batam Kota memanggil kedua pihak taksi online dan taksi konvensional terkait perseteruan di Mega Mal, Batam Center.

Baca Juga: Incar NIK Konsumen, Dua Operator Kartu Perdana Masuk Sel Polsek Batam Kota

Polisi melakukan mediasi terkait permasalahan pengambilan penumpang.

“Kita mediasi kedua pihak taksi ini. Tidak ada yang diamankan,” kata AKP Restia Octane Guci, Kapolsek Batam Kota, Rabu (15/1/2020).

Guci menjelaskan, mediasi dilakukan agar kedua pihak tidak kembali ribut dan menganggu kondusifitas keamanan Kota Batam, sehingga perlu diambil jalan tengah.

“Kami meminta pihak Pemerintah Kota Batam untuk segera menuntaskan permasalahan ini, karena keributan terjadi di Batam,” ujarnya.

Lanjut Guci, walaupun permasalahan taksi ini adalah ranah provinsi, tapi persoalan berada di Kota Batam. Seharus Walikota Batam memiliki peran besar terkait permasalahan ini.

“Meskipun demikian, untuk menjaga kondusifitas keamanan, kami tetap mengamankan persoalan ini,” ungkap Guci. (*)

Penulis: Romi Kurniawan

Editor: Ucu Rahman

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.