Lurah Ancol Telusuri Rumah Raja Keraton Agung Sejagat di Jakarta, Toto Pernah Tersangkut Utang

Pasangan suami istri, Toto Santoso dan Fanni Aminadia mengangkat diri menjadi raja dan ratu Keraton Agung Sejagat. Polisi kini menyelidiki modus dugaan penipuan dua pasangan ini. (foto/indozone)

SURYAKEPRI.COM  –  Polda Jawa Tengah terus menyelidiki kasus dugaan penipuan Toto Santoso (41) pria yang mendeklarasikan diri sebagai Raja Keraton Agung Sejagat.

Toto ternyata pernah tinggal di tinggal di kawasan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Hal itu disampaikan Lurah Ancol, Rusmin, setelah menelusuri kediaman Toto pada Rabu (16/1/2020) malam.

“Sesuai keterangan dari ketua RT memang ada cerita yang bersangkutan ini pernah tersangkut masalah utang piutang,” kata Rusmin saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2020).

Namun, tidak diketahui jumlah besaran utang Toto dan kepada siapa dia berutang.

Diduga Toto menggunakan KTP yang ia urus selama tinggal di Ancol sejak tahun 2011 untuk meminjam uang.

“Yang bersangkutan pernah ngontrak di RT 012/RW 005 Kelurahan Ancol kira-kira tahun 2011, namun demikian yang bersangkutan hanya singgah sebentar biar mempunyai KTP Kelurahan Ancol,” ujar Rusmin.

Baca Juga: Garis Polisi Kelilingi Seluruh Area Keraton Agung Sejagat, Warga Penasaran Lihat Batu Besar

Baca Juga: Keraton Agung Sejagat Klaim Bukan Aliran Sesat, Humas: Itu Wujud Janji Majahaphit

Sementara itu Ketua RT 012/RW 005 Abdul Manaf mengatakan dirinya tidak tahu pasti pekerjaan Toto saat itu.

Kepada dirinya, Toto mengaku sebagan wirausahawan di Kawasan Angke, Jakarta Barat.

“Katanya buka (warung) kelontong. Dia buka sendiri atau sama orang nggak tahu,” Rabu malam.

Adapun Toto dan ratunya bernama Fanni Aminadia ditahan oleh Polda Jawa Tengah karena dianggap melakukan penipuan.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menyebutkan Toto dan Fanni telah ditetapkan sebagai tersangka karena menarik dana dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya.

“Dengan simbol-simbol kerajaan, tawarkan harapan dengan ideologi, kehidupan akan berubah. Semua simbol itu palsu,” kata Rycko.(*)

Editor: Ucu Rahman

Sumber: Kompas.com