Pantai di Bintan Dibanjiri Limbah Minyak Oli, ASITA Mengeluh Sektor Pariwisata Tertampar

Wisatawan mancanegara membawa penyu untuk dilepaskan di Pantai Bintan, beberapa waktu lalu.(suryakepri.com/MBA)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

BINTAN, SURYAKEPRI.COM – Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang-Bintan angkat bicara soal serangan limbah oli  hitam ke sejumlah pantai di kawasan Kabupaten Bintan.

ASITA menilai kondisi ini akan merugikan aktivitas pariwisata di Pulau Bintan.

“Memang saat ini kita mengalami kondisi-kondisi adanya limbah oli yang sangat berdampak buruk bagi Pariwista di Pulau Bintan,” kata Ketua ASITA Tanjungpinang-Bintan Sapril Sembiring kepada Suryakepri.com, Kamis (16/1/2020).

Baca: Telah Disahkan November 2019 tapi APBD Karimun 2020 Masih Saja Diutak-atik, Ada Apa?

Baca: Prediksi BMKG, Pagi Ini Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Wilayah Bintan-Batam

Baca: Wisatawan Ikut Lihat Kisruh Driver Taksi Online-Konvesional di Depan Megal Mall Batam Centre

Sapril mendesak pejabat terkait agar dapat mengatasi persoalan ini. Tujuannya, supaya kegiatan pariwisata tidak terganggu dan merugi.

“Kita berpesan supaya ini tidak terjadi lagi di tahun mendatang. Ini kan setiap musim utara selau ada limbah oli, harusnya sudah bisa diatasi,” ujarnya.

Akibat limbah oli akan berdampak buruk bagi pelaku wisata terutama kawasan pantai Bintang Resort, Berakit, Trikora yang menjadi korban.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.