Polres Karimun Masih Segel Kapal Isap Produksi Timah TKP Laka Kerja Maut

Kasatreskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono memastikansudah 8 warga dimintai keterangan. Satu diantaranya RB (50), seorang kakek-kakek atas kematian remaja sekolah Khairunisah.(HAY/SURYAKEPRI.COM)

KARIMUN, SURYAKEPRI.COM – Kepolisian Resor Karimun, Kepulauan Riau masih menyegel atau police line Kapal Isap Produksi (KIP) timah Satria Anugrah 1.

“Masih di police line,” kata Kasatreskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono kepada Suryakepri.com, Jumat (17/1/2020).

KIP timah Satria Anugrah 1 disegel polisi setelah menjadi tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan kerja yang merenggut nyawa Aryo Towo (32), seorang ABK.

Pria asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu tewas seketika usai mengalami kecelakaan kerja saat bekerja di atas KIP Satria Anugrah 1.

Baca Juga: Waspada, Gelombang Tinggi di 2 Wilayah Kepri Hari Ini, BMKG: Terdapat Sirkulasi Siklonik

Baca Juga: PT Timah Angkat Bangkai Kapal Isap Produksi Timah Laut yang Tenggelam di Karimun

KIP Satria Anugrah 1 sendiri diketahui milik PT Satria Anugrah Abadi mitra dari PT Timah Tbk.

Aryo Towo dikabarkan tewas di lokasi kejadian, Senin (13/1/2020) pagi sekitar pukul 05.15 WIB di sekitar perairan Pulau Kundur.

Kasatreskrim Polres Karimun AKP Herie Pramono mengatakan, kasus tewasnya Aryo Towo di atas KIP Satria Anugrah 1 masih dalam penyelidikan pihaknya.

Herie mengaku belum mengetahui apakah kematian Aryo Towo ada unsur human error atau tidak.

“Belum,” kata Herie singkat.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Protes Nelayan Karimun Terhadap Kapal Isap, Beredar Video hingga Hearing Nyaris Ricuh

Di kesempatan terpisah, Koordinator Penyelenggara Bidang Pengawas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Mujarab Mustafa.

Ketika dihubungi Suryakepri.com, Mujarab mengatakan, proses penyelidikan kasus laka kerja maut di KIP Satria Anugrah 1 itu ditangani Polres Karimun.

“Penyelidikannya sepenuhnya ditangani Satreskrim Polres Karimun,” kata Mujarab, Jumat sore.

Disnakertrans Kepri dikatakan Mujarab hanya sekedar mencatat laporan kejadian.

“Kami hanya mencatat laporan kejadian saja,” kata Mujarab.

Mujarab juga membenarkan kasus tersebut juga ditangani Inspektorat Jenderal (Irjen) Tambang, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bahkan tim dari pemerintah pusat itu sudah turun ke Karimun melakukan investigasi.

“Iya turun kemarin. Berapa orang, saya tidak tahu, kebetulan bukan saya yang turun mendampingi kemarin tapi bu Ria Isweti (PPNS Disnakertrans Kepri),” kata Mujarab.

Baca Juga: Tiga Kapal Isap Produksi Timah Ditarik dari Perairan DU 747 D Karimun, Nelayan Ucap Syukur

Mujarab juga mengaku, hak-hak dari korban tewas yakni Aryo Towo juga sudah diserahkan.

Namun apa saja hak-hak dari korban tewas Aryo Towo yang telah diberikan, Mujarab mengaku tidak tahu.

“Ibu Ria Isweti yang lebih tahu,” kata Mujarab.

Aryo Towo (32), petugas pencucian aplos di KIP Satria Anugrah 1 diduga tewas saat KIP Satria Anugrah 1 berhenti untuk melakukan pemeriksaan pompa/pipa isap.

Aryo Towo diduga tewas terjepit di antara ladder di atas pipa isap ke balok konstruksi KIP Satria Anugrah 1.

Mendapat laporan laka kerja, petugas K3 dan medis segera ke KIP Satria Anugrah 1 untuk memeriksa kondisi korban.

Berdasarkan pemeriksaan dari Dokter Hiperkes PT Timah menyatakan Aryo Towo meninggal dunia di tempat.

Jenazah Aryo Towo sempat dievakuasi ke RSUD Muhammad Sani, Karimun.

Jenazah Aryo Towo sudah dipulangkan ke kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah, Senin sore. (*)

Penulis: Rachta Yahya

Editor: Ucu Rahman