Indra Divonis Penjara Seumur Hidup, Kurir 54 Kg Sabu Jaringan Malaysia Tertunduk

Indra tertunduk saat mendengar putusan majelis y di Pengadilan Negeri Tanjungpinang (Suryakepri.com/istimewa)
Want create site? With Free visual composer you can do it easy.

TANJUNGPINANG, SURYAKEPRI.COM – Majelis hakim menjatuhkan vonis seumur hidup terdakwa Indra, warga Bintan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (22/1/2020) sore.

Indra warga Desa Dendon, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, terbukti bersalah melanggar tindak pidana narkotika menjadi kurir 54 Kg sabu jaringan Malaysia.

“Menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah. Menjatuhkan hukuman pidana seumur hidup,” kata Hakim Ketua Eduart MP Sihaloho didampingi Hakim Anggota Ramauli Hotnaria Purba dan Jhonson Freddy Esron Sirait saat membacakan putusannya.

Eduart mengatakan, terdakwa melanggar dakwaan primer sebagaimana yang diajukan jaksa penuntut umum melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Hal-hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dapat merusak generasi penerus bangsa Indonesia tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika,” ujarnya.

Setelah putusan itu dibacakan, Indra yang didampingi Annur Syaifudin sebagai penasihat hukumnya dan jaksa penuntut umum Romano sama-sama menyatakan sikap pikir-pikir atas putusan majelis hakim.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa hukuman mati.

Sebagaimana diketahui, Indra ditangkap Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareksrim Polri di rumahnya Pulau Alang Bakau RT03/RW02, Desa Dendon Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (1/6/2019) dini hari.

Dari tangan Indra, polisi mengamankan barang bukti 54 bungkus plastik kemasan teh China yang berisi sabu.

Sebelum diringkus, Indra mengambil barang itu dari Malaysia.

Setelah sampai di Malaysia, terdakwa menerima tas berwarna hitam yang di dalamnya berisi 54 bungkus plastik kemasan Teh Cina berwarna kuning bertuliskan Guan Nyinwang.

Saat petugas membuka terbukti isinya 54 kilo gram sabu-sabu.

Terdakwa melaksanakan aksinya itu diupah sebesar Rp 20 juta. Namun, sayang upah buruh belum diterima, ia keburu diciduk polisi. (*)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.